Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Gempa Sulbar

Gempa Bumi Terjadi Lagi di Mamuju Tadi Malam, BMKG Imbau Masyarakat Tetap Tenang, Ini Kekuatan Gempa

Gempa bumi kembali mengguncang wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (20/1) 2021) pukul 22.19.28 wita malam. Ini magnitudo dan penjelasan BMKG.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Gempa bumi kembali terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (20/1) 2021) pukul 22.19.28 wita malam. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Info terbaru, gempa bumi terjadi lagi di Mamuju, Sulawesi Barat ( Sulbar ) tadi malam, Rabu (20/1) 2021) pukul 22.19.28 wita malam.

Guncangan gempa tektonik Magnitudo 3,7 SR mengguncang wilayah Mamuju.

Dalam waktu seminggu, rentetan gempa telah terjadi di Sulbar, khususnya di wilayah Mamuju hingga Majene.

(Foto: Gempa bumi di wilayah Sulawesi Barat (Sulbar), Rabu (20/1) 2021) pukul 22.19.28 wita malam. /BMKG)

Gempa ini tidak berpotensi tsunami.

Hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini terletak pada koordinat 2,47 LS dan 119.54 BT,

tepatnya berlokasi di darat pada jarak 42 km Tenggara Mamuju Tengah, Sulawesi Barat pada kedalaman 6 km.

Kepala BBMKG Wilayah IV Makassar, Darmawan, mengatakan, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas patahan lokal.

Guncangan gempa bumi ini dirasakan di daerah Topoyo II - III MMI.

Getaran dirasakan warga setempat seakan-akan ada truk lewat Kemudian dirasakan di Mamuju dan Bonehau II MMI.

Getaran dirasakan oleh beberapa orang.

BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu

yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Warga masayarakat Korban <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/gempa-bumi' title='gempa bumi'>gempa bumi</a> di <a href='https://manado.tribunnews.com/tag/sulbar' title='Sulbar'>Sulbar</a>.

(Foto: Warga masayarakat Korban gempa bumi di Sulbar./ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Masyarakat diminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa

yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali kedalam rumah.

Gempa Sulbar Tanggal 18 Januari

Terkini, gempa bumi kembali mengguncang wilayah Mamuju dan Mejene, Sulawesi Barat hari ini pukul 12.11 WITA, Senin (18/1/2021).

Sejumlah gempa susulan terjadi setelah guncangan gempa pada tanggal 15 dan 16 Januari kemarin.

BMKG menginformasikan gempa bumi kembali terjadi hari ini di Mamuju dan Majene.

Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan hingga siang hari ini pukul 12.30 WIB.

Gempa pada hari ke-lima berturut-turut rangkaian gempa terjadi di wilayah ini, dan tercatat merupakan gempa ke-39.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Daryono mengatakan gempa yang baru saja terjadi memiliki magnitudo M 4.2.

"Warga kembali terkejut dan panik akibat guncangan yang terjadi, karena trauma akan guncangan gempa kuat yang telah terjadi sebelumnya," kata Daryono kepada Kompas.com, Senin (18/1/2021).

Disebutkan pula episenter gempa bumi yang terjadi ini terletak pada koordinat 2,91 LS dan 118,99 BT.

Lokasi tepatnya terjadi di darat pada jarak 27 kilometer arah Tenggara Kota Mamuju dengan kedalaman 10 kilometer.

Seperti rentetan gempa sebelumnya, gempa ini merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas Sesar Mamuju-Majene dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Gempa ini menimbulkan guncangan yang dirasakan di Majene dan Mamuju dalam skala intensitas II MMI dan tidak berpotensi tsunami. 

Gempa susulan lambat, tapi masih bisa terjadi lagi

Daryono mengatakan, meski gempa yang terjadi sudah mencapai 39 kali, peristiwa gempa Mamuju dan Majene ini diakui produktivitas gempa susulannya lambat.

"Tidak semestinya gempa kuat bermagnitudo 6,2 pada hari ke-5 baru terjadi 39 gempa susulan," kata dia.

Sebab, umumnya gempa kategori kerak dangkal dengan kekuatan di ats 6,0, biasanya pada hari ke-5 sudah mendekati 100 kali gempa susulan.

"Melihat produktivitas gempa susulan yang rendah ini, kita berharap ini sebagai pertanda baik, meksipun kita tetap harus waspada," ujarnya.

Diharapkan kondisi minim gempa susulan ini terus berlangsung dan tidak terjadi gempa kuat lagi, hingga selanjutnya kondisi tektonik di zona gempa kembali stabil dan kembali normal.

"Meskipun harapan kita tidak akan muncul gempa kuat lagi, gempa susulan dengan kekuatan kecil lazimnya masih akan terjadi," jelasnya.

Hal ini dikarenakan, saat terjadi gempa utama atau mainshock, tercipta deformasi kerak bumi yang menimbulkan pergeseran blok batuan cukup luas di bawah permukaan.

Pergesaran besar blok batuan ini akan memicu terjadinya ketidakseimbangan gaya tektonik di zona gempa.

Pasalnya, sebagaimana biasanya paska terjadi gempa kuat akan timbul gaya-gaya tektonik yang menggerakkan kembali blok batuan untuk mencari keseimbangan baru menuju kondisi stabil.

Nah, untuk mendapatkan posisi tersebut, maka pergeseran kembali blok-blok batuan secara tiba-tiba yang dimanifestasikan sebagai gempa susulan.

"Fenomena ini akan terus terjadi hingga kondisi kesetimbangan tektonik terwujud dan selanjutnya kondisi batuan benar-benar kembali stabil dan menjadi aman kembali," ucap dia.

(*)

Tautan: 

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Gempa 3,7 SR Kembali Guncang Sulbar, Getaran Seperti Truk Lewat, https://makassar.tribunnews.com/2021/01/21/gempa-37-sr-kembali-guncang-sulbar-getaran-seperti-truk-lewat.

Sumber: Tribun Timur
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved