Prakiraan Cuaca
Sulawesi Utara Perlu Lebih Waspada pada Tanggal 19-25 Januari 2021, ini Peringatan Dini dari BMKG
Berdasarkan BMKG, ada wilayah yang diperkirakan berpotensi terjadi cuaca ekstrem.
Penulis: Indry Panigoro | Editor: Indry Panigoro
- Banten bagian selatan
- Jawa Barat bagian tengah dan timur
- Sebagian besar Jawa Tengah
- Sebagian besar Daerah Istimewa Yogyakarta
- Jawa Timur bagian tengah dan timur
- Bali bagian utara
- Nusa Tenggara Barat bagian utara
- Sebagian kecil Nusa Tenggara Timur
- Sulawesi Tengah bagian tenggara
- Sulawesi Selatan bagian selatan
- Sulawesi Tenggara bagian utara
- Maluku Utara
- Papua Barat wilayah Kepala Burung
- Provinsi Papua bagian tengah
Informasi potensi banjir kategori menengah hingga tinggi untuk 10 hari ke depan tersebut sebagai upaya mitigasi agar menjadi perhatian dan kewaspadaan bagi masyarakat terhadap potensi bencana banjir, longsor, dan banjir bandang.
PENJELASAN BMKG Mengapa Sampai Terjadi Gelombang Tinggi di Area Mantos dan Megamas Manado Beberapa Hari Lalu
Kota Manado Sulawesi Utara ( Sulut ), baru saja dihantam banjir rob.
Banjir rob hasil dari gelombang tinggi itu menghantam pusat bisnis di Manado yang berada di pesisir pantai.
Tak hanya air yang dibawa oleh gelombang tinggi, bebatuan pantai, sampah hingga perahu pun ikut dibawa ke darat oleh ombak besar.
Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika ( BMKG ) Stasiun Maritim Bitung, menjelasakn itu adalah efek dari kondisi tinggi gelombang dan angin kencang yang melanda pesisir utara perairan Sulawesi Utara Minggu (17/1/2021) malam.
Menurut Ricky Aror, Koordinator Bidang Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Maritim Bitung yang terjadi di perairan teluk Manado hingga air masuk ke pusat perbelanjaan Manado Town Squere dan Kawasan Mega Mas Manado sesuai peringatan dini pada Sabtu (16/1/2021) kemarin terkait tinggi gelombang untuk Minggu (17/1/2021).
Baca juga: BARU KALI INI TERJADI! Fakta Lain Gelombang Tinggi di Manado, Warga Beri Kesaksian tak Terduga
Untuk perairan utara Sulut kategori gelombang tinggi.
Dia menjelaskan air laut masuk jauh ke darat ditambah air pasang. Hal disebabkan dalam sehari di wilayah Sulut normalnya air naik pasang dua kali yakni pukul 8 pagi air pasang, surut jam 1 siang.
"Air pasang berlanjut naik puncaknya paling tinggi pukul 8 malam naik ditambah angin sejajar dengan gelombang pada tinggi gelombang, akan surut kembali pukul 03.00 wita," jelasnya.
"Dari Prakiraan yang telah kami sampaikan, hari ini (kemarin) adalah puncak gelombang tinggi di perairan utara Sulut," kata Ricky kepada Tribunmanado.co.id Minggu malam.
Menurutnya, kondisi seperti ini bukan kejadian pertama. Pihaknya terus mengimbau agar waspada dan berhati-hati.
Kondisi seperti ini diperkiraka cenderung menurun beberapa hari ke depan karena puncaknya Minggu.
"Namun jangan salah, secara klimatologi Januari ini adalah puncak gelombang tinggi untuk wilayah Sulut," tambahnya.
Terkait gelombang tinggi di Kawasan Megamas dan Mantos, pihaknya sudah keluarkan peringatan dini gelombang tinggi.
Bahkan sejak pekan lalu, telah berulang kali diperingati untuk waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan angin kencang.
"Ya, nanti sudah kejadian baru heboh," ujarnya.
Menurut BMKG Stasiun Maritim Bitung kondisi ini normal, mengingat November hingga Februari nanti cuaca ekstrem.
Menyebabkan dan berpeluang terjadi bencana hidro meteorologi. Begitu juga secara kelimotologi di awal tahun ini banyak cuaca ekstrem.
Masyarakat diimbau waspada dan terus up date informasi BMKG terkait peringatan dini cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.
"Bisa akses di Facebook BMKG Sulawesi Utara, di situ setiap saat ketika ada peringatan dini selalu disampaikan," katanya
Pihaknya juga menjelaskan terkait dengan informasi tinggi gelombang Moderate sea atau gelombang sedang berdasarkan kesepakatan internasional WMO tingginya 1,25 sampai 2,5 meter
Baca juga: 5 Fakta Gelombang Tinggi di Manado, ini Nama Restoran yang Rusak hingga Jalan Belakang Mantos Hancur
Kemudian untuk tinggi gelombang 2,5 sampai 4 meter rough sea atau gelombang tinggi.
"Nah untuk kondisi yang terjadi tadi, kategori rough sea atau gelombang tinggi," tandasnya.
Sementara itu dari analisis gelombang ekstrem di Wilayah perairan Sulut, Minggu (17/1/201) suhu permukaan laut di Perairan utara Halmahera terpantau skitar 30 – 32 Celsius (C).
Kondisi lebih hangat jika dibandingkan dengan suhu permukaan laut di Utara Kalimantan yang berkisar antara 28 – 30C.
Meningkatnya suhu permukaan laut di Utara perairan Halmahera mengakibatkan terbentuknya daerah tekanan rendah (1008 HPA), sedangkan pada perairan Kalimantan Utara terpantau memiliki daerah tekanan yang lebih tinggi (1010 HPA).
Perbedaan tekanan udara diantara perairan utara Kalimantan dan Utara perairan Halmahera mengakibatkan angin bertiup kencang dari Barat ke Timur dengan kecepatan 20 – 30 Knots.
Peningkatan kecepatan angin, durasi angin berhembus, dan panjang hembusan angin dapat membangkitkan gelombang tinggi.
Dari model InaWAVE pada 17 Januari 2021 tinggi Gelombang di perairan Utara Sulut berkisar antara 2.5 – 4.0 Meter atau termasuk kedalam kategori gelombang Tinggi atau Rough Sea.
Pada pukul 19.00 Wita di perairan Utara sSulut terjadi air pasang 2,3 Meter , hal ini mengakibatkan terjadinya peningkatan tinggi gelombang di pesisir utara Sulut
kondisi angin kencang dan gelombang tinggi masih akan berlangsung hingga esok hari, dan akan berangsur-angsur menurun.
Informasi selanjutnya mengenai peringatan dini gelombang tinggi akan kami update setiap harinya melalui whatsapp, facebook BMKG Sulawesi Utara, maupun instagram StamarBitung.
(Tribunnews.com/Tribunmanado.co.id/Ranum Kumala Dewi/crz)
Artikel ini hasil kompilasi Tribunmnado.co.id dari artikel telah tayang di Tribunnews.com dengan judul BMKG Rilis Potensi Cuaca Ekstrem di Sejumlah Wilayah Mulai 19-25 Januari 2021