Breaking News:

Surat Palsu

Hati-Hati Tertipu! Beredar Surat Palsu MenPANRB Angkat Honorer Jadi PNS

Surat palsu yang bernomor 257/01/2021 memuat informasi menyesatkan, seolah-olah Menteri PANRB mengangkat tenaga honorer.

Penulis: Ryo_Noor | Editor: Rizali Posumah
NET/Kolase Tribun Manado
Pihak Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memastikan yang saat ini beredar dan mengatasnamakan Menteri Tjahjo Kumolo adalah surat palsu. 

TRIBUNMANADO. CO. ID,  MANADO - Surat palsu yang mengatasnamakan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo kembali beredar luas di kalangan masyarakat.

Surat palsu tersebut beredar luas juga melalui aplikasi pesan media sosial.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian PANRB Andi Rahadian mengemukakan, secara kasatmata tulisan pada surat palsu tersebut mudah dikenali.

Surat palsu yang bernomor 257/01/2021 tersebut memuat informasi menyesatkan, seolah-olah Menteri PANRB mengangkat tenaga guru honorer, tenaga administrasi, penyuluh pertanian, dan tenaga honorer kesehatan berusia 35 tahun ke atas menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tanpa melalui tahapan tes. 

Selain itu, dalam surat palsu tersebut, juga dicantumkan bahwa pengangkatan tenaga honorer umur 35 tahun ke atas dilakukan pada Jumat, 15 Januari 2021 pukul 10.00 bertempat di Ruang Rapat Komisi X RI Senayan Jakarta.   

Andi mengatakan surat palsu sejenis pernah juga beredar pada tahun 2020. 

“Dilihat dari segi fisik tulisan pada surat palsu tersebut, pelaku hanya mengganti nomor surat, tanggal surat, dan tempat saja. Selebihnya isinya tidak jauh berbeda dengan surat palsu yang pernah beredar pada tahun lalu,” jelas Andi di Jakarta, Selasa (19/1/2021).                                    

Lanjutnya, pelaku masih mencantumkan nama yang sama untuk melakukan konfirmasi pada surat palsu tersebut, yakni Drs Heru Purwaka, namun nomor WhatsApp yang tercantum telah diubah menjadi 083837957666.  

Pelaku sengaja menyalahgunakan nama pegawai BKN atas nama Heru Purwaka. 

"Kami pastikan dan tegaskan bahwa surat tersebut adalah palsu/hoaks sehingga isi surat tersebut sama sekali tidak benar dan tidak dapat dipercaya. Menteri PANRB tidak pernah mengeluarkan surat tersebut,” jelasnya.

Andi menjelaskan jika dilihat dengan saksama, isi dan format penulisan surat menunjukkan secara jelas bahwa surat tersebut palsu. 

Hal ini mudah dikenali dari kesalahan ketik yang tidak sesuai dengan Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI). 

Terdapat pula kejanggalan pada nomor surat, jenis dan ukuran huruf yang tidak seragam, serta format penulisan yang tidak sesuai dengan format surat baku yang berlaku di Kementerian PANRB.

Andi mengimbau, agar masyarakat selalu berhati-hati dalam menerima informasi, terlebih jika mengatasnamakan Kementerian PANRB dan meminta sejumlah imbalan. 

“Selalu waspada dan selektif atas informasi yang beredar dengan mengecek kebenaran informasi tersebut kepada Kementerian PANRB,” ujarnya. (ryo) 

Baca juga: Deysi Batal Pesan Kaos Pulau Tiga dari Bandung, UMKM Pariwisata Megap Megap

Baca juga: Harun Masiku Telah Meninggal Dibunuh, Diklaim MAKI dari Info Intelejen, Keluarga Sudah Tak Ada Kabar

Baca juga: Ramalan Zodiak Besok Kamis 21 Januari 2021, Libra Bangga atas Pencapaian, Capricorn Banyak Berkorban

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved