Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Viral

Dulu Ingin Menikah Sederhana, TNI Ini Akhirnya Menikah di Pengungsian: Ternyata Tuhan Mengabulkan

"Saya sangat menginginkan pernikahan yang sangatlah sederhana, ternyata Tuhan mengabulkan (Terimakasih tuhan)

Editor: Finneke Wolajan
Facebook @Ganti Oli Gratis via TribunTimur.com
Viral di media sosial, pernikahan sederhana prajurit TNI di lokasi pengungsian Sulbar 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Viral seorang prajurit TNI menikah di lokasi pengungsian gempa Sulawesi Barat.

Hadiah yang dia dapatkan juga tak biasa, yakni obat-obatan.

Setelah akad nikah, Prajurit TNI ini langsung merawat para pengungsi.

Amriadi AS yang akrab disapa Arbol tak pernah membayangkan akan menikah di pengungsian.

Namun itulah yang terjadi. Prajurit TNI  ini menikah di lokasi pengungsian karena sedang bertugas melayani para korban.

Foto: Viral di media sosial, pernikahan sederhana prajurit TNI di pengungsian gempa Sulbar (Facebook @Ganti Oli Gratis via TribunTimur.com)

Kisah ini awalnya viral lewat akun facebook bernama @Ganti Oli Gratis.

Postingan tersebut langsung viral dan menjadi bahan pembicaraan warganet.

@Ganti Oli Gratis memposting suasana pernikahanya yang sangat sederhana di tengah kondisi bencana gempa yang melanda Sulbar.

"Saya sangat menginginkan pernikahan yang sangatlah sederhana, ternyata Tuhan mengabulkan (Terimakasih tuhan).

Tapi tidak pernah terpikir sedikit pun bahwa sederhananya akan seperti ini (ditengah tengah bencana),"tulis ganti @Oli Gratis di Akun media sosialnya seperti dikutip Tribunnews, Selasa (19/1/2021).

Tribun Timur melakukan penelusuran.

Rupanya benar, Amriadi AS yang akrab disapa Arbol memang seorang tenaga medis sekaligus prajurit TNI yang sangat aktif melayani para korban di lokasi pengungsian di Mamuju Sulbar.

Terlihat di sampul beranda facebooknya dia bersama istrinya mengenakan seragam TNI dan seragam persit.

"Bersama istri. Kadonya cukup obat-obatan dan perlengkapan bayi kirim ke posko kami.

Foto: Viral di media sosial, pernikahan sederhana prajurit TNI di pengungsian gempa Sulbar (Facebook @Ganti Oli Gratis via TribunTimur.com)

Kami tunggu,"demikian keterangan foto Arbol di media sosialnya duduk bersama istrinya di posko pengungsian selepas akad nikah.

Dia pun mendapat banyak pujian.

Bagaimana tidak, jelang akad pernikahannya dia masih sempat melayani para pengungsi padahal dia sudah berseragam resmi untuk siap-siap ijab kabul.

"Apalagi yang kau ragukan dari kepeduliaannya, menjelang akad masih saja sibuk mengurusi bantuan untuk pengungsi.

SamawaQ bro berkah Pernikahan ta hari ini koordinator Posko,"tulis seorang rekannya Ashari Sarmedi di media sosial yang diposting bersama foto-foto arbol melayani pengungsi meski sudah memakai seragam untuk menikah.

Kisah Sertu Palemba Lindungi Keluarga Saat Gempa

Satu keluarga menjadi korban gempa 6.2 SR di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Jumat (15/1/2021) dini hari.

Satu keluarga ini terdiri dari bapak, Ibu dan tiga anaknya. Yakni, Sertu Palemba, Juhida, Muh Andra Palemba dan kedua adik Andra. 

Sertu Palemba dan Juhida merupakan warga asli Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan.

Sertu Palemba (kiri), anak kedua, Juhida, dan anak terakhirnya saat ditemui di rumah duka di Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/01/2021).

Foto: Sertu Palemba (kiri), anak kedua, Juhida, dan anak terakhirnya saat ditemui di rumah duka di Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Sabtu (16/01/2021). (Tribun Timur/Nining)

Diketahui Juhida dan ketiga anaknya pergi ke Mamuju untuk liburan sekaligus mengunjungi suaminya.  

Saat kejadian gempa susulan terjadi, mereka berada di Rusun Makorem 142/Ttg, Jl Abdul Malik Pattana Endeng, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro, Kabupaten Mamuju. 

Mereka terlelap dalam tidur saat gempa terjadi.  

Juhida terbangun saat mendengar suaminya berteriak Allahuakbar ada gempa... Allahuakbar ada gempa... 

"Saya dengar suami saya bilang Allahuakbar ada gempa. Saya bangun dan bangunan dari atas langsung runtuh," ujarnya. 

Sertu Palemba yang melihat reruntuhan bangunan dari atas langsung menjadi tameng untuk istri dan anak-anaknya. 

Tangannya langsung menarik istri dan anak-anaknya dan mendekapnya sangat kuat.  

Puing-puing bangunan berjatuhan dari atas mengenai punggungnya. 

Ia sekuat tenaga menahan puing bangunan agar tidak mengenai istri dan anak-anaknya.  

Namun, ada puing bangunan yang lolos mengenai anak pertamanya, Muh Andra Palemba (14). 

Andra tertimpa reruntuhan setelah bapaknya berjuang melindungi mereka.

Sayangnya, nyawa Andra tidak terselamatkan.  

"Saya dapat luka-luka di bagian tangan dan di punggung banyak sekali.  Anak yang kedua juga terdapat luka-luka di tangan dan kaki.  Istri saya lumayan aman karena dia tepat berada di bawah saya," ujar Palemba saat ditemui di rumah duka.  

Sementara itu jenazah Andra tiba di Pinrang, Sabtu (16/01/2021) sekitar pukul 01.00 Wita. 

Jenazahnya dimakamkan di kampung ibunya di Bulisu, Kelurahan Kassa, Kecamatan Batulappa, Kabupaten Pinrang.

Artikel ini telah tayang di Kompas TV dengan judul Prajurit TNI Menikah di Pengungsian Lokasi Gempa Sulbar, Kadonya Obat-obatan dan tribun-timur.com dengan judul Perjuangan Sertu Palemba Lindungi Keluarganya dari Gempa Sulbar, Jadikan Punggung sebagai Tameng.

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul Nikah di Pengungsian Gempa, Prajurit TNI Ini Dapat Kado Obat-obatan, Langsung Rawat Korban Usai Akad

Sumber: Tribun Mataram
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved