Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Info BMKG

PERINGATAN DINI di Sulut, Manado dan Sekitarnya, BMKG Jelaskan Penyebab Terjadinya Cuaca Ekstrem

BMKG dari Stasiun Meteorologi Maritim Bitung,mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah Sulut, Manado dan sekitarnya.

Editor: Frandi Piring
Istimewa
Ombak tinggi di Kawasan Megamas, Manado, Minggu (17/1/2021) masuk ke badan jalan 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) menyebutkan, cuaca ekstrem ini berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi seperti banjir dan lain-lain.

Koordinator Operasional Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Ben Arther Molle menjelaskan, ada beberapa penyebab cuaca ekstrem di Sulut.

Sesuai pantauan BMKG, selain La Nina, ada beberapa fenomena cuaca yang memberikan dampak yang cukup signifikan di wilayah Sulut.

"Pertama adalah gelombang tropis aktif yang mengakibatkan pertumbuhan awan-awan hujan yang lebih signifikan.

Lalu kedua, kelembapan udara yang relatif tinggi dan suhu muka laut yang hangat,

sehingga mendukung suplai massa udara basah di Sulawesi Utara," kata Ben saat dikonfirmasi Kompas.com, Sabtu.

Penyebab lainnya adalah adanya pertemuan angin dan perlambatan angin yang memicu hujan lebat

dan potensi petir di wilayah-wilayah terbentuknya.

"Topografi tiap-tiap daerah di Sulawesi Utara juga memengaruhi karakteristik cuaca di wilayah tersebut," ujar dia.

Dia menuturkan, periode Januari-Februari, hujan untuk wilayah Sulut secara umum diperkirakan

masih pada kategori menengah hingga tinggi (50 mm-200 mm/dasarian atau per minggu).

"Hal ini diakibatkan oleh gangguan-ganguan atmosfer," sebut Ben.

Ia menambahkan, daerah dengan tingkat potensi terjadi hujan lebat dan bencana hidrometeorologi tinggi di Sulut,

yakni Minahasa, Tomohon, Minahasa Utara,

Manado, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow dan sekitarnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved