Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Dulu Kaya Raya dan Hidup Foya-foya, Lalu Buang Istri dan Anak, Kini Pria Ini Jadi Tukang Sampah

Cara lain untuk menghabiskan uangnya dengan membeli banyak mobil mewah yang dia tabrakan ke arena pacuan kuda buatannya sendiri

Editor: Finneke Wolajan
The Sun
Michael Carroll dulu milyader sekarang beginilah nasibnya 

Pria bernama Johari berusia 50 tahunan menjelaskan perubahan pada dirinya, yang sempat hidup penuh glamor, melansir dari Harian Metro, Minggu (1/11/2020). 

"Dulu saya berpenghasilan jutaan Ringgit dan sering terbang menggunakan kelas bisnis dan sering menginap di hotel bintang lima.

"Namun sekejap mata Allah SWT menguji saya dan semuanya semuanya hilang, bahkan hidup saya berubah jadi gelandangan serta berharap uluran tangan dari orang lain," jelasnya pada Harian Metro seperti dilansir Serambinews.com (1/11/2020).

Sebelumnya Johari mengalami perubahan besar setelah gagal bisnis sekitar 10 tahun yang lalu.

Akibatnya ia sempat hidup menjadi tuna wisma sekitar setahun.

Johari menerangkan, masa tersebut adalah masa-masa yang sangat sulit bagi dirinya dan keluarga.

Namun ia tetap bersyukur dengan cobaan yang diberikan Allah SWT.

"Sebagai manusia biasa, ketika diberikan kesenangan kita sering lupa siapa yang memberikan rezeki dan nikmat, sebagian ada yang memnyebut saya ini korban dari iri hati orang lain.

"Tapi jika itu memang benar, saya telah memaafkan orang tersebut, ini semua adalah aturan yang telah ditetapkan Allah SWT, sebagai hamba cukup tenang dan bersyukur," katanya.

Menceritakan kisahnya dahulu, ia dan keluarga sempat hidup mewah dan dekat dengan para pejabat.

Ilustrasi - gelandangan yang dulunya orang kaya
Ilustrasi - gelandangan yang dulunya orang kaya (Tribunnews)

"Semua berubah dalam sekejab mata ketika bisnis real estate (bisnis perumahan-red) saya mengalami kerugian besar sekitar sepuluh tahun yang lalu.

"Lebih menyedihkan, istri tercinta meninggal pada tahun 2008, saya saat itu cukup terpukul bahkan tidak tahu arah karena tidak memiliki sumber penghasilan," terangnya.

Menurutnya, yang menjadi kekuatannya yakni dua anaknya sedang melanjutkan pendidikan kuliah.

Setelah setahun hidup gelandangan, ia ditarik sebagai koordinator kerja bakti lapangan oleh sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Saya sekarang tinggal di rumah warisan, saya lebih bahagia sekarang,

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved