Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Cuaca Ekstrem

Cuaca Ekstrem Masih Akan Berlangsung hingga Februari, BMKG Minta Masyarakat Tetap Waspada

Beberapa waktu terakhir, cuaca ekstrem melanda sejumlah daerah di Sulawesi Utara salah satunya Kota Manado

Penulis: Isvara Savitri | Editor: David_Kusuma
Istimewa
Ombak tinggi di Kawasan Megamas, Manado, Minggu (17/1/2021) masuk ke badan jalan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Beberapa waktu terakhir, cuaca ekstrem melanda sejumlah daerah di Sulawesi Utara salah satunya Kota Manado.

Hujan deras disertai angin kencang membuat sejumlah daerah terendam banjir bahkan tanah longsor.

Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Manado, ada sembilan kecamatan dan 33 kelurahan yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Terkait hal ini, Koordinator Operasional Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Ben Arther Molle mengatakan,

Baca juga: BSG Kirim Bantuan untuk Korban Gempa Bumi Sulawesi Barat

Baca juga: Tangkap Ikan Pakai Alat Tak Ramah Lingkungan, Nelayan Gorontalo Berurusan dengan Polres Bolsel 

Baca juga: Greysia Polii Berduka saat Juara Thailand Open, Nangis di Pelukan Apriyani, Greysia: Saya Emosional

Baca juga: BPOM: Antibodi Terbentuk Setelah 7 Hari Divaksinasi Covid-19, Jangan Langsung Pesta

kondisi cuaca cenderung membaik di beberapa wilayah di Sulut meski beberapa daerah lainnya masih mengalami hujan lebat.

"Meski cenderung membaik, beberapa wilayah masih harus waspada angin kencang hingga beberapa hari ke depan," ujarnya, Senin (18/1/2021).

Daerah yang perlu waspada angin kencang di antaranya Manado, Bitung bagian utara, Kepulauan Sangihe, Kepulauan Sitaro, dan Kepulauan Talaud.

Baca juga: Gerindra Bergerak Bantu Korban Bencana Manado, Salurkan Makanan hingga Buka Dapur Umum

Baca juga: Jalur Pindol Longsor, Akses Transportasi Dumoga-Lolak Putus

Potensi hujan sedang-lebat pun masih terjadi pada Rabu (20/1/2021) sampai Jumat (22/1/2021), di beberapa wilayah di Sulut termasuk Manado.

Masih terjadinya cuaca ekstrem ini menurut Ben memang biasa terjadi di awal tahun, karena Januari menjadi puncak musim hujan ditambah curah hujan yang juga meningkat.

Beberapa daerah di Indonesia sendiri saat ini ketambahan curah hujan sebesar 40 persen termasuk Sulut.

Foto-Foto Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Tim Basarnas Manado saat mengevakuasi para korban.
Foto-Foto Bencana Banjir dan Tanah Longsor. Tim Basarnas Manado saat mengevakuasi para korban. (Tribunmanado)

Faktor lain yang memicu cuaca ekstrem adalah adanya gangguan atmosfer lainnya seperti fenomena La Nina, kelembaban udara yang relatif tinggi, serta massa udara basah dari Asia.

"Sedangkan secara regional dan lokal, ada pengaruh dari kondisi angin dan libilitas atmosfer yang berdampak pada pembentukan awan," tambahnya.

Cuaca ekstrem ini, menurut Ben masih akan berlangsung hingga awal Februari 2021 dan akan mulai mereda pada sekitar pertengahan atau akhir Februari 2021.

Baca juga: Wanita Cantik Asal Minsel Friane Livi Pangemanan, Senang Terima SK Pengangkatan CPNS Boltim

Baca juga: Gerindra Bergerak Bantu Korban Bencana Manado, Salurkan Makanan hingga Buka Dapur Umum

"Kalau La Nina kami prediksi Maret mulai menurun, sehingga fenomena ini akan aktif sampai bulan Februari namun terus melemah," kata Ben.

Terkait hal ini, Ben meminta seluruh masyarakat Sulut tetap waspada terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi termasuk bencana alam speerti banjir,

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved