Berita Bolmong
Pemkab Bolmong Ubah Strategi Hadapi Covid, Fokus Padat Karya
Pemkab berfokus pada bantuan sosial kepada masyarakat selama 9 bulan Pada 2021 ini, digulirkan dana untuk program padat karya.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) mengubah strategi penanggulangan masalah sosial sebagai dampak Covid 19.
Tahun lalu, Pemkab berfokus pada bantuan sosial kepada masyarakat selama 9 bulan.
Pada 2021 ini, digulirkan dana untuk program padat karya.
Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Bolmong Rio Lombone mengatakan, program padat karya bertujuan memulihkan ekonomi.
"Kita geber padat karya," kata dia kepada wartawan via ponsel Sabtu (16/1/2021).
Menurut dia, padat karya dipilih karena sudah tidak ada lagi pembatasan. Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa.
Ungkapnya, program padat karya akan digeber di tiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
"Jadi setiap program adalah padat karya yang melibatkan banyak masyarakat," ujarnya.
Meski demikian, Pemkab tetap menyiapkan dana bantuan tidak terduga. Jumlahnya 12 miliar.
"Bansos tetap ada tapi tidak seperti tahun lalu, anggaran ini bisa dipakai kapan saja jika ada darurat," ujar dia.
Terkeren Se-Sulut
Penerima bantuan sosial di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) adalah yang terbanyak di Sulawesi Utara.
Bupati Bolmong Yasti Soepredjo Mokoagow mengatakan, sebanyak 80 ribu kepala keluarga menerima berbagai macam bantuan.
"Jika setiap keluarga punya tiga anggota, maka 240 ribu jiwa penduduk yang tercover bantuan," kata dia kepada Tribun Manado, Jumat (2/10/2020) di sela sela pemberian bansos di Desa Tungoi.
Jumlah tersebut, beber dia, mencakup 90 persen penduduk Bolmong.
Data terakhir menyebut, penduduk Bolmong berjumlah 249 ribu.
"Berarti hampir semua penduduk menerima bantuan. Kecuali PNS dan golongan mampu," ujarnya.
Menurut Yasti, bantuan bansos di Bolmong juga punya durasi terpanjang.
Di saat daerah lain baru menetapkan tiga bulan, Bolmong sudah mencanangkan sembilan bulan.
Baru setelah itu, pemerintah pusat menetapkan pemberian bantuan selama sembilan bulan dan diikuti daerah lain.
"Ini wujud perhatian kami pada rakyat Bolmong yang dianjurkan stay at home untuk mencegah
penularan Covid 19," kata dia.
Menurut Yasti, bantuan tersebut dibiayai lewat refocusing APBD 2020.
Penguatan jaring pengaman sosial adalah salah satu inti refocusing selain bantuan bagi tenaga medis.
Diketahui, warga Bolmong dihujani berbagai macam bantuan di musim pendemi ini.
Dari beras, sembako, uang, bibit bagi petani serta peralatan untuk UMKM. (art)
Baca juga: Sosok Farida Pasha, Aktris Senior yang Meninggal, Pemeran Mbak Lampir di Mesteri Gunung Merapi
Baca juga: Cewek Manado Imelda Kilis Utamakan Prokes Dalam Bekerja
Baca juga: Agustinus dan Supardi Didaulat Kembali Nakhodai AMSI Sulut