Rabu, 6 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Banjir di Manado

Diguyur Hujan Deras, Tembok Belakang Gedung Teknik Elektro Unsrat Roboh, Puing-puing Berhamburan

Hujan deras yang melanda Kota Manado, Sabtu (16/1/2021), membuat tembok Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado roboh.

Tayang:
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Chintya Rantung
Hesly Marentek/Tribun Manado
Tembok Belakang Gedung Teknik Elektro Unsrat Roboh 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Hujan deras yang melanda Kota Manado, Sabtu (16/1/2021), membuat tembok Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado roboh.

Tembok yang roboh tersebut berada tepat di belakang Gedung Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik.

Namun untungnya tidak ada korban dalam kejadian ini.

Dari pantauan, Tribunmanado.co.id, puing-puing tembok terlihat berserakan di Seperempat Badan Jalan Kampus Barat, hal tersebut pun membuat kendaraan yang melintas, harus pelan-pelan.

Dari Informasi yang dirangkum, insiden robohnya tembok tersebut terjadi sekira Pukul 15.00 WITA.

Tembok roboh diduga karena akibat guyuran dan genangan air hujan.

"Tadi tembok roboh sekira jam 15.00 WITA. Kami pun langsung melakukan pengecekan," kata Vecky Wuwungan yang salah satu petugas keamanan di Unsrat.

Dari hasil pengecekan, robohnya tembok tersebut diduga akibat genangan air dibelakang Gedung Arsitektur.

"Kemungkinan karena genangan air. Apalagi tadi hujannya deras," tambahnya.

Adapun hingga berita ini diturunkan belum diketahui berapa banyak kerugian materil. 

Longsor di Malalayang, 2 Orang Warga Tertimbun, Identitas Belum Diketahui

Longsor rupanya tak hanya terjadi di Kelurahan Perkamil, Kecamatan Paal Dua, Kota Manado saja. 

Dari informasi yang diterima Tribun Manado, jika longsor juga terjadi di Kelurahan Malalayang 1 Barat, Kecamatan Malalayang. 

Kepala Basarnas Manado Sinaga, melalui Humasnya Ferry Ariyanto membenarkan hal tersebut.

"Informasinya A1, dan kami sedang menuju lokasi," kata Ferry melalui telepon, Sabtu (16/1/2021). 

Ia menambahkan jika informasi tentang dua orang yang tertimbun di Malalayang juga benar.

"Benar infonya, tapi kami belum tahu siapa saja identitasnya," aku dia. 

Ferry mengatakan jika nantinya identitas korban sudah didapatkan, maka Basarnas akan segera memberitahu. 

"Mohon bersabar, kalau identitasnya sudah jelas akan kami kabari," ungkapnya. (Nie)

Anggota Polri Meninggal Dunia

Kediaman korban longsor di perumahan Aspol, lingkungan 6, Pall VI, Tikala, Manado, Sabtu (16/1/2021). (Foto Dokumentasi Kapolsek Tikala)
Diketahui longsor yang terjadi di Pall VI ini memakan korban satu orang anggota Polisi dari Polsek Tikala, Manado.

Tribunmanado.co.id, langsung menghubungi Kapolsek Tikala, AKP Emilda Sonu, dan membenarkan kejadian tersebut.

Menurut kapolsek perempuan di Manado ini, kejadian teejadi sekitar pukul 15.15 Wita, bertempat di Kelurahan Tikala Baru, Lingkungan VI telah terjadi tanah longsor yang menimpa rumah Keluarga Aiptu Kifni Kawulur.

"Pemilik rumah Aiptu Kifni Kawulur (48), adalah anggota babinkamtibmas di Kelurahan Kaeragi Weru dan Dendengan Luar," ucap Kapolsek.

Kapolsek sampaikan korban mempunyai satu orang istri dan tiga orang anak.

Kronologi kejadian sebelum terjadinya longsor Kifni Kawulur sementara membersihkan saluran air di samping rumah karena saluran air tersumbat.

Tak berselang lama tiba tiba tanah yang berbatasan dengan dinding samping kanan rumah longsor dan menimpa korban.

Saat kejadian korban sempat teriak minta tolong dan ditolong oleh Aiptu Heston Mokat anggota Polsek Tikala, bersama Aiptu Rony Pangemanan anggota Polsek Tikala.

"Karena derasnya air dan lumpur menimbun Aiptu Kifni Kawulur sehingga sekitar 15 menit baru bisa di evakuasi, dan korban langsung dibawa ke RS Bhayangkara Manado," tutur Kapolsek.

"Korban sudah meninggal dunia di RS Bhayangkara," ungkap Kapolsek.

Kapolsek menyampaikan kepada keluarga agar selalu waspada karena cuaca masih hujan, saat ini Keluarga mengungsi di tempat kerabat terdekat. (fis)

3 Orang Meninggal di Perkamil

Foto tiga orang meninggal akibat longsor di Kota Manado, Sabtu (16/1/2021) (tribunmanado.co.id/Fistel Mukuan)
Satu keluargameninggal akibat tertimpa longsor di Perkamil, Manado, diketahui dalam keadaan sedang tidur, Sabtu (16/1/2021).

Akibat hujan deras yang melanda kota Manado seharian penuh, sehingga terjadi beberapa tempat banjir dan tanah longsor.

Salah satunya yang terjadi di Perkamil yang memakan tiga korban satu keluarga.

Kapolsek Tikala, AKP Emilda Sonu dari laporan tertulis menyampaikan menurut keterangan para saksi ada dua unit rumah yang terkena longsor.

"Akibat longsor tersebut dua unit rumah yang rusak, dan terdapat tiga orang korban meninggal dunia yang tertimbun," ucap kapolsek Tikala.

Menurut Kapolsek, korban yang meninggal dunia satu keluarga ayah Fanny Poluan (50), istri Arni Laurens (44) dan anak Chelsea (8).

Para korban yang meninggal akibat longsor di Perkamil, Kota Manado, Sabtu (16/1/2021), nampak telah dinaikkan ke dalam mobul jenazah.

"Kronologi menurut saksi, awalnya sekitar pukul 14.30 Wita, kemudian terjadi tanah longsor bertempat di rumah Grace Tabalujan."

"Reruntuhan tersebut menimpa rumah Jems Sanjaya Di saat itu ketiga korban sedang dalam keadaan tertidur," ucap Kapolsek.

Akibatnya disampaikan Kapolsek, karena sudah tertimbun reruntuhan matrial longsor sehingga mengakibatkan ketiganya meninggal dunia.

"Sekitar pukul 17.30 Wita, dua korban yakni Arni Laurens dan Chelsea dibawah ke Tomohon," tutup Kapolsek.

Dari data yang dihimpun Tribunmanado.co.id saat berada di lokasi ternyata suami istri ini sudah rumah tangga kedua kalinya dan sudah mempunyai anak pada pernikahan pertama kali.

Dengan begitu anak dari korban perempuan dari pernikahan pertama membawa ibu dan adik mereka untuk dimakamkan di Tomohon sedangkan sang ayah akan dimakamkan di Perkamil. (fis)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved