Kamis, 11 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Doa dan Amalan

BACALAH Doa ini Supaya Kita Terhindar dari Banjir, Longsor, Pohon Tumbang dan Bencana Alam Lainnya

Dalam Islam, ada doa-doa yang dipercaya bisa kita baca agar kita terhindar dari bencana

Tayang:
Editor: Indry Panigoro

TRIBUNMANADO.CO.ID - Awal tahun 2021 sudah dibuka dengan beberapa bencana alam yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Mulai dari pohon tumbang, banjir, longsor hingga gempa bumi.

Meski sudah ada beberapa bencana yang terjadi, namun bukan berarti bencana sudah selesai dan kita sudah bisa lega.

Ada baiknya dimana pun kita berada, kita harus berserah kepada Sang Pencipta, dan memohon ampunan agar dihindari dari bencana dan marabahaya.

Dalam Islam, ada doa-doa yang dipercaya bisa kita baca agar kita terhindar dari bencana.

Nah ketika banyak muncul bencana tiba-tiba seperti gempa, banjir, tanah longsor, pohon tumbang, kebakaran dan musibah lainnya hendaknya kita memperbanyak membaca doa berikut:

Baca juga: Doa Ketika Turun Hujan Lebat: Ya Allah, Turunkanlah Hujan di Sekitar Kami, Bukan untuk Merusak Kami

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ, وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ, وَفَجْأَةِ نِقْمَتِكَ, وَجَمِيعِ سَخَطِكَ

Ya Allah, Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari lenyapnya nikmat-Mu, dari beralihnya keselamatan (yang merupakan anugerah)-Mu; dari datangnya siksa-Mu (bencana) secara mendadak, dan dari semua kemurkaan-Mu. (HR. Muslim)

Maksud dari kata-kata (فَجْأَةِ نِقْمَتِكَ) “siksa yang tiba-tiba” adalah bencana dan musibah yang tiba-tiba, hal ini lebih parah daripada bencana yang tidak datang tiba-tiba.

Syaikh Abdul Mushin Az-Zamili menjelaskan,

ﻓﺠﺄﺓ ﺍﻟﻨﻘﻤﺔ ﺃﻭ ﻓﺠﺎﺀﺓ ﺍﻟﻨﻘﻤﺔ ﻣﻦ ﺑﻼﺀ ﺃﻭ ﻣﺼﻴﺒﺔ ﻳﺄﺗﻲ ﻋﻠﻰ ﻓﺠﺄﺓ ﺑﺨﻼﻑ ﻣﺎ ﺇﺫﺍ ﺳﺒﻘﻪ ﺷﻲﺀ ﺑﺄﻥ ﻟﻢ ﻳﻜﻦ ﻓﺠﺄﺓ ﻓﺈﻧﻪ ﻳﻜﻮﻥ ﺃﺧﻒ

“Siksa yang tiba-tiba yaitu berupa bencana atau musibah yang datang secara mendadak.Tentunya berbeda dengan musibah yang didahului oleh sesuatu (sebagai awalnya semisal penyakit) dan tidak mendadak, hal ini lebih ringan perkaranya.”. (Syarh Bulughul Maram)

Bencana seperti gempa, banjir dan musibah akan menghilangkan nikmat dan bisa jadi merupakan murka dari Allah karena banyaknya kesyirikan dan maksiat.

Untuk menghindari terjadi musibah dan bencana pada kita hendaknya kita benar-benar memhami bahwa sebab turunnya musibah dan bencana akibat kesyirikan dan kemaksiatan yang dilakukan oleh manusia.

Hendaknya kita melakukan muhasabah dan segera kembali kepada Allah serta menghentikan keyirikan dan kemaksiatan yang merajalela agar terhindar dari hilangnya nikmat, datangnya bencana dan terhindar dari murka Allah.

Sumber: Warta Kota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved