Vaksinasi Covid
Terungkap Alasan Pemerintah Pilih Vaksin Sinovac Buatan China untuk Jadi Vaksinasi Covid-19
Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah dimuali. Hal tersebut setelah presiden menjadi orang pertama menyuntik vaksin Covid-19.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pelaksanaan vaksinasi Covid-19 sudah dimuali.
Hal tersebut setelah presiden menjadi orang pertama menyuntik vaksin Covid-19.
Namun terkait hal tersebut kenapa pemerintah memilh vaksin dari China?
Baca juga: Jadwal Lanjutan Liga Italia Pekan ke-18, Pertemukan Laga Big Match Inter Milan vs Juventus
Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta: Akankah Malam ini Aldebaran Jujur Kepada Papa Surya dan Andin Soal Roy?
Baca juga: Link Live Streaming Sinetron Ikatan Cinta, Akankah Malam Ini Aldebaran Jujur ke Papa Surya & Andin?
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan pertimbangan pemerintah memilih vaksin covid buatan perusahaan asal, Sinovac, buatan China.
Vaksin covid-19 dari Sinovac merupakan vaksin gelombang pertama yang tiba di Indonesia.
Hingga saat ini, sudah ada 3 juta dosis vaksin jadi dan 15 juta vaksin dalam bentuk bulk atau curah yang sudah ada di Indonesia.
"Dari kami prioritas vaksin, yang bisa kami dapatkan secepat mungkin dan sebanyak-banyaknya, karena memang sudah dipesan oleh negara maju dan dalam jumlah besar sekali," jelas Budi ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi IX DPR RI, Rabu (13/1/2021).
Budi mengatakan, ada tiga pertimbangan pemerintah ketika akan memesan vaksin Covid-19 dari perusahaan farmasi.
Yang pertama yakni berada dalam daftar vaksin yang sudah disetujuk oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Kedua, ketersediaan vaksin. Serta ketiga, izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
"Tiga kondisi itu yang kita dapat karena ingin melakukan secepat mungkin, Sinovac duluan karena dia ada duluan dan sudah dirilis BPOM dan ada dalam list WHO," ujar Budi.
Selain vaksin dalam bentuk jadi, pemerintah telah memiliki komitmen dengan Sinovac terkait pengadaan vaksin dalam bentuk curah sebanyak 140 juta dosis.
Namun demikian, jumlah tersebut masih mungkin bertambah 120 juta dosis bila memang dibutuhkan.
Budi mengatakan selain Sinovac, vaksin yang akan tersedia dalam waktu dekat yakni vaksin yang diproduksi oleh perusahaan farmasi asal Amerika Serikat, Pfizer-BioNtech.
"Kemungkinan besar yang kedua Pfizer karena barang sudah ada sekarnag, sudah dapat persetujuan FDA, sudah ada EUA (izin penggunaan darurat), dan sedang dalam proses dari BPOM," ujar Budi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/vaksinasi-covidd.jpg)