Breaking News:

Berita Populer

POPULER SULUT: Sidang Pelanggaran Etik Kasus Ijazah Palsu Calon Bupati, Pemprov Rekrut 6.249 THL

Hasil putusan DKPP RI memutuskan Ketua KPU Minahasa bersalah dan harus dipecat dari jabatannya. Sementara di Pemprov Pemerintah merekrut 6.249 THL.

Ist/dokumentasi DKPP
Proses sidang kasua etik dugaan ijazah palsu SGR. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sidang pelanggaran kode etik yang digelar Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) RI memutuskan Ketua KPU Minahasa dan salah satu anggotanya dipecat dari jabatan, Rabu (13/1/2021)

Keduanya dipecat atas pelanggaran kode etik dalam penyelenggara pemilu terkait kasus ijazah palsu Calon Bupati Minut, Shintia Gelly Rumumpe (SGR). 

Sementara itu, Pemprov Sulut merekrut 6.249 Tenaga Harian Lepas (THL)  untuk kontrak kerja sepanjang 2021.

Wakil Gubernur Sulut,  Steven Kandouw menyerahkan Surat Keputusan Gubernur terkait THL kepada 3.988 orang di Kantor Gubernur,  Rabu (13/1/2021)

Ketua dan Anggota KPU Minut Dipecat

Ketua KPU Minut, Stella Runtu saat memberikan keterangan terkait tahapan perbaikan dokumen pendaftaran Paslon Minggu (13/9/2020)
Ketua KPU Minut, Stella Runtu saat memberikan keterangan terkait tahapan perbaikan dokumen pendaftaran Paslon Minggu (13/9/2020) (Don Papuling/Tribun Manado)

Ketua KPU Minahasa Utara, Stela Runtu dan Anggota KPU Minut Darul Halim dipecat dari jabatanya.

Majelis Hakim Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)  RI memutuskan 5 Komisoner KPU Minut melanggar kode etik. 

Keputusan itu dibacakan bergantian dari Majelis DKPP yang ditayangkan secara virtual, Rabu (13/1/2021).

Dua Komisioner KPU yakni Stela dan Darul diberi teguran keras dan disanksi pemberhentian. 

Stela dinilai bertanggungjawab karena menjabat Ketua KPU,  sementara Darul menjabat Divisi Teknis KPU Minut. 

Halaman
1234
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved