Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Niat Sholat

Bacaan Niat Sholat Ghaib: Bahasa Arab, Artinya dan Lengkap dengan Tata Cara

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO
ilustrasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Simak berikut ini tata cara sholat gaib yang bisa ditujukan untuk jenazah Muslim.

Lengkap dengan niat sholat gaib dalam bahasa Arab, latin dan terjemahan Indonesia.

Tata cara melaksanakan Sholat Gaib dilakukan sama seperti tata cara shalat jenazah pada lazimnya, yaitu empat kali takbir dan satu kali salam.

Baca juga: Doa Pembuka Pintu Rezeki di Pagi Hari: Wahai Yang Menyayangi Orang-orang Miskin

Baca juga: Bacaan Niat dan Doa Puasa Senin Kamis, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Baca juga: Doa Yang Dibaca Setelah Sholat Istikharah, Lengkap Latin dan Terjemahan Indonesia

ilustrasi
ilustrasi (SRIPOKU.COM/ANTONI AGUSTINO)

Perlu diketahui, tidak ada rakaat dalam Solat Ghoib sesuai dengan yang dicontohkan Rasulullah SAW.

Solat Gaib bisa ditujukan untuk jenazah Muslim secara umum, jenazah tertentu, atau jenazah massal di suatu tempat.

Shalat Ghaib atau dikenal juga dengan nama Sholat Ghoib adalah salat yang dilaksanakan untuk jenazah yang tak berada di depan orang yang menshalatkan.

Pelaksanaan Shalat Gaib pernah dilakukan Rasulullah SAW ketika Raja Najasyi meninggal dunia.

Rasulullah SAW bersama para sahabatnya di Madinah melakukan shalat jenazah.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَعَى النَّجَاشِيَّ فِي الْيَوْمِ الَّذِي مَاتَ فِيهِ خَرَجَ إِلَى الْمُصَلَّى فَصَفَّ بِهِمْ وَكَبَّرَ أَرْبَعًا

Artinya, “Rasulullah SAW mengabarkan kematian An-Najasyi pada hari kematiannya. Kemudian Rasul keluar menuju tempat shalat lalu membariskan shaf kemudian bertakbir empat kali,” (HR Bukhari).

Berikut ini adalah bacaan niat Sholat Gaib untuk jenazah umat Islam:

أُصَلِّيْ عَلَى المَيِّتِ الغَائِبِ أَرْبَعَ تَكْبِيْرَاتٍ فَرْضَ كِفَايَةٍ لِلهِ تَعَالَى

Ushalli ‘alāl mayyitil ghā’ibi arba‘a takbīrātin fardha kifāyatin lillāhi ta‘ālā.

Artinya, “Aku menyengaja sembahyang jenazah ghaib empat takbir fardhu kifayah karena Allah SWT,” (Lihat Perukunan Melayu, ikhtisar dari karya Syekh M Arsyad Banjar, [Jakarta, Al-Aidarus: tanpa tahun], halaman 21).

Shalat ghaib merupakan ibadah yang memiliki keutamaan tertentu.

Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved