Breaking News:

Vaksinasi di Sulut

Diikuti 10 Petugas Vaksinasi, Dinkes Sulut Adakan Simulasi Vaksinasi di RS Lapangan Darurat Kitawaya

Simulasi vaksinasi ini diikuti oleh petugas dari Dinkes Sulut dan petugas vaksinasi di RS Lapangan Darurat Kitawaya sebanyak 10 orang.

Tribunmanado.co.id/Isvara Savitri
Simulasi vaksinasi oleh Dinkes Sulut di RS Lapangan Darurat Kitawaya, Kairagi, Manado, Rabu (13/1/2021). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulawesi Utara mengadakan simulasi vaksinasi di RS Lapangan Darurat Kitawaya, Rabu (13/1/2021).

Simulasi vaksinasi ini diikuti oleh petugas dari Dinkes Sulut dan petugas vaksinasi di RS Lapangan Darurat Kitawaya sebanyak 10 orang.

Juru Bicara Satgas Covid-19 dr Steavan Dandel mengatakan simulasi ini dilakukan sebagai gekadi resik vaksinasi yang rencananya akan diselenggarakan pada Jumat (14/1/2021).

"Karena pelatihannya kemarin metodenya daring maka kita perlu meyakinkan betul bahwa apakah ilmu dan skill yang didapat selama pelathan sudah dipahami secara baik atau tidak, maka perlu simulasi," ujarnya saat diwawancarai.

Melalui proses simulasi ini, dr Dandel berharap bisa mengetahui jika ada sesuatu yang kurang.

Terkait jadwal, dr Dandel belum bisa memastikan karena semuanya masih disiapkan.

Penyebab lain adalah vaksinasi besok lusa juga akan diikuti oleh Gubernur Sulut Olly Dondokambey dan Forkopimda Sulut sehingga jadwal vaksinasi menunggu kedatangan mereka.

"Jumlah SDMK yang akan divaksin di sini juga belum diketahui, nanti mereka harus memasukkan passwordnya dulu agar tahu lokasi vaksinasi di mana," tambahnya.

Salah seorang SDMK yang bekerja di Dinkes Sulut, Rocky Datu mengatakan dirinya sudah siap menerima vaksin.

"Demi menjaga kesehatan saya terus menerapakn 3M dan makan makanan bergizi seperti sayur dan buah," katanya.

Sama halnya dengan Rocky, salah satu bidan di Dinkes Sulut Asmita Baganu (48) mengaku siap dan menerima dukungan penuh dari keluarganya untuk mendapatkan vaksin.

Asmita juga yakin bahwa vaksin CoronaVac buatan perusahaan biofarmasi Sinovac asal Cina bisa menjadi jalan keluar untuk menyelesaikan pandemi virus corona (Covid-19).

Ia pun bersyukur bisa menjadi salah satu yang terpilih untuk mendapatkan vaksin karena ada beberapa rekannya yang tidak bisa divaksin.

"Pemerintah tidak akan menyengsarakan rakyat karena vaksin ini sudah melalui beberapa tahap uji klinis."

"Maka saya berharap masyarakat turut menyukseskan vaksinasi ini. Jangan takut, serahkan semua kepada Tuhan," pungkas Asmita. (*)

Baca juga: Wamenkumham Peringatkan Warga Tolak Vaksin Covid-19: Penjara Satu Tahun atau Denda Rp 100 Juta

Baca juga: Investor Milenial Dominasi Pasar Modal, Optimisme IHSG Menuju Level 6.800 pada Akhir 2021

Baca juga: Vaksinasi Covid-19, Kota Manado Siapkan 100 Vaksinator Terlatih, Masyarakat Tak Perlu Takut

Penulis: Isvara Savitri
Editor: Rizali Posumah
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved