Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Bikin Merinding! Inilah Suasana Bawah Laut Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air, Petugas Temukan Hal Ini
Tim gabungan penyelam masih mencari lebih lanjut di titik yang diduga menjadi tempat jatuhnya SJ 182 di kedalaman 17 meter
Sekjen Perhimpunan Profesi Pilot Indonesia (PPPI) Captain Koko Indra Perdana menganalisis kemungkinan jatuhnya pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182.
Dilansir TribunWow.com, hal itu ia sampaikan dalam tayangan Apa Kabar Indonesia di TvOne, Senin (11/1/2021).
Diketahui pesawat jenis Boeing 737-500 Sriwijaya Air jatuh setelah mengudara 4 menit dari Bandara Soekarno-Hatta, Senin (9/1/2021) siang.
Pesawat yang mengangkut 62 orang tersebut jatuh di perairan Kepulauan Seribu.
Sebagai pilot yang pernah menerbangkan pesawat yang sama, Koko menyebut pesawat tersebut masih dalam fase kritis lepas landas (take off) saat jatuh.
"Kalau misalnya kita take off dengan normal, semua akan berjalan normal," jelas Koko Indra Perdana.
Ia lalu menjelaskan langkah-langkah yang harus dilakukan seorang pilot saat terjadi disfungsi pada fase lepas landas.

Menurut Koko, pilot harus fokus kepada memastikan pesawat tersebut akan terbang semestinya dengan lancar.
"Bila terjadi sesuatu dengan pesawat tersebut, maka yang dilakukan seorang pilot adalah fly the aircraft. Dia akan terbangkan dulu," kata Koko.
"Setelah fly the aircraft sampai bisa menguasai terjadi sesuatu, baru solve the problem (memecahkan masalah)," terang mantan pilot Sriwijaya Air ini.
Kemudian pilot harus melaporkan kepada air traffic control (ATC) terdekat terkait kendala yang dialami.
Laporan itu menggunakan panggilan khusus yang menyatakan ada situasi darurat.
"Salah satu pilotnya memberitahukan kepada ATC atau menara pengawas bahwa kita mengalami suatu masalah," papar Koko.
"Yaitu dengan mayday call atau pan call," lanjut dia.
Pilot dan co-pilot kemudian memecahkan masalah berdasarkan buku panduan dan mengambil keputusan terbaik.