Populasi Penduduk

Pertamakali dalam 10 Tahun, Jumlah Penduduk Jerman Tak Bertambah

Jika Indonesia mengalami pertambahan populasi penduduk per tahun rata-rata di atas 1 persen dari total penduduk, tidak demikian dengan negara Jerman.

Editor: muhammad irham
int
Ilustrasi penduduk Jerman 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jika Indonesia mengalami pertambahan populasi penduduk per tahun rata-rata di atas 1 persen dari total penduduk, tidak demikian dengan negara Jerman.

Negeri Bir tersebut tidak mengalami peningkatan populasi pendidik untuk pertamakalinya dalam 10 tahun terakhir.

Melansir Deutsche Welle, dengan banyak angka kematian dan imigrasi yang rendah, Jerman tidak mengalami peningkatan populasi untuk pertama kalinya sejak 2011.

Angka yang diekstrapolasi menunjukkan 83,2 juta orang tinggal di Jerman pada akhir tahun 2020.

Destatis mengaitkan dataran tinggi populasi dengan imigrasi yang lebih rendah karena pandemi Covid-19, dan juga peningkatan jumlah kematian di tengah pandemi virus corona.

Dalam tiga dekade sejak reunifikasi Jerman, populasi -dengan sedikit pengecualian- cenderung mengalami peningkatan.

Akan tetapi, pertumbuhan populasi ini secara eksklusif murni dihasilkan dari imigrasi. Tanpa itu, populasi sudah menyusut sejak 1972 dengan lebih banyak kematian daripada kelahiran setiap tahun sejak saat itu.

Tingkat kelahiran atau kesuburan Jerman berada jauh di bawah rata-rata global dan bahkan Eropa sejak Perang Dunia Kedua.

Jumlah kelahiran tampaknya sedikit turun pada 2020 dibandingkan dengan tahun sebelumnya, menurut angka awal, sementara jumlah kematian tampaknya telah meningkat secara nyata.

Perkiraan untuk tahun 2020 adalah 755.000 hingga 775.000 kelahiran dibandingkan dengan setidaknya 980.000 kematian.

Destatis memperkirakan migrasi bersih ke Jerman antara 180.000 dan 240.000 orang tahun ini. Dan tahun 2020 menjadi tahun kelima berturut-turut di mana jumlah tersebut menyusut setelah puncaknya selama krisis migrasi pada 2015.

Pembatasan perjalanan yang disebabkan oleh pandemi virus corona pada 2020, dan konsekuensi ekonomi, diyakini berdampak pada pembatasan migrasi.

Pada September 2020 saja, jumlah imigran turun sebesar 25 persen dan emigran sebesar 22 persen dibandingkan periode yang sama pada 2019.

Penurunan tersebut diperkirakan akan lebih parah lagi menjelang akhir tahun, dengan migrasi keseluruhan untuk 2020 diperkirakan berada di antara 25 persen dan 45 persen lebih rendah dibandingkan 2019.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved