Breaking News
Sabtu, 9 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air

Sriwijaya Air Jatuh, Ini Pemilik dan Sejarah Panjang Perusahaan Penerbangan Ini

Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Sebanyak 62 orang penumpang diperkirakan tewas.

Tayang:
Editor: muhammad irham
ist
Chandra Lie dan Sriwijaya Air 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pesawat Sriwijaya Air SJ 182, jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2021). Sebanyak 62 orang penumpang diperkirakan tewas.

Peswat rute Jakarta-Pontianak itu sendiri sudah 26 tahun namun dianggap masih layak terbang.

Jatuhnya Sriwijaya Air SJ 182 ini menambah ruyam problem di tubuh maskapai ini setelah sebelumnya pada 2019 lalu sempat dikabarkan bangkrut.

Lalu, apa saja perjalanan yang sudah dilalui oleh maskapai besutan Chandra Lie ini? Berikut rekam jejaknya.

Dilansir dari Kontan, CEO Sriwijaya Air Chandra Lie mengungkapkan, bisnis penerbangan Sriwijaya dimulai dari keisengan dirinya dan saudara-saudaranya.

Pada 1985-1987, Chandra pernah menjajal karier sebagai salesman di bidang garmen dan saat itu ia tidak memiliki angan-angan untuk terjun ke bisnis penerbangan.

Pada 1994, Chandra mendirikan perusahan agen perjalanan bernama Rajawali Tour & Travel.

Selama menekuni bisnis tersebut, ia sering menyewa beberapa pesawat bergengsi, seperti Pelita Air Service, Bouraq, Nurman Avia, Merpati, dan Bali Air.

Setelah memiliki sejumlah armada pesawat, ia pun terbesit ingin memiliki maskapai penerbangan sendiri.

Apalagi saat itu belum banyak orang yang membuka bisnis jasa penerbangan.

Dengan modal semangat ingin memajukan daerah kelahirannya, yakni di Kepulauan Bangka Belitung, Chandra pun merintis pendirian Sriwijaya Air pada 10 November 2003.

Sejarah Sriwijaya

Adapun nama "Sriwijaya" dipilih Chandra dari nama kerajaan termasyur di Palembang dengan nama yang sama.

Pemilihan ini didasari karena rasa kagum terhadap kerajaan tersebut.

Ketika berdiri, Chandra mengembangkan industrinya secara pelan-pelan dimulai merekrut karyawan yang mahir di bidang industri penerbangan.

Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved