Pesawat Sriwijaya Air Jatuh
Sosok Kapten Pilot Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang Jatuh, Ternyata Mantan Penerbang TNI AU
Indonesia kembali berduka usai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh. Terkait hal tersebut dengan cepat menjadi sorotan publik.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Indonesia kembali berduka usai pesawat Sriwijaya Air SJ-182 jatuh.
Terkait hal tersebut dengan cepat menjadi sorotan publik.
Diketahui puluhan penumpang berada dalam pesawat tersebut, sosok kapten pilot pun terungkap.
Baca juga: LENGKAP! Dari Misteri, Fakta hingga Kronologi Jatuhnya Boeing 737-500 Sriwijaya Air SJY 182
Baca juga: SUSUNAN PEMAIN AC Milan vs Torino Liga Italia: Ibrahimovic Cadangan, Leao jadi Tumpuan
Baca juga: Beroperasi 26 Tahun, Menhub Era Gus Dur Curigai Perawatan Sriwijaya Air SJ128 dan Perilaku Pilot
Pilot pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, Kapten Afwan, merupakan mantan penerbang TNI-AU.
Kapten Pilot Afwan, tercatat pernah menjadi penerbang TNI Angkatan Udara. Kapten Afwan merupakan alumni Ikatan Dinas Pendek (IDP) IV Tahun 1987.
"Capt Afwan adalah Penerbang TNI AU periode 1987-1998, beliau terbang di Skadron Udara 4 dan Akadron Udara 31. Alumni dari IDP IV tahun 1987," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsma Indan Gilang, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/1/2021).
Indan menambahkan, pesawat tersebut juga mengangkut keluarga dari Kadislog Lanud Supadio Kol Tek Ahmad Khaidir.

Mereka adalah istri Akhmad Khaidir, Rahmania Ekananda dan dua orang anaknya yaitu Fazila Ammara dan Dinda Amelia.
Puing-puing Pesawat Sriwijaya Air ditemukan di sekitar peraian Kepulauan Seribu, Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Jakarta, Sabtu (9/1/2020) petang.
Puing-puing Pesawat Sriwijaya Air itu ditemukan atau tergarung jangkar perahu nelayan sekitar Kepulauan Seribu.
Surachman, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Kepulauan Seribu Selatan, mengatakan, lokasi puing-puing tersebut ditemukan di sekitar lokasi pesawat jatuh.
"Iya ditemukan puing-puing pecahan Pesawat Sriwijaya Air. Menggunakam jangkar, dibantu nelayan," ujar Surachman dalam wawancara dengan Kompas Tv.
Menurut Surachman, cuaca dan gelombang laut di sekitar lokasi pencairan dalam keadaan tenang.
Menurut Surachman, untuk menjangkau lokasi pencairan tidak terlalu sulit karena sudah diberi tanda oleh kapal nelayan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sriwijaya-air-56667.jpg)