News Analysis
Tiba di Sulut, Vaksin Covid-19 Mendapat Perhatian dari Pengamat Kesehatan
Vaksin Covid-19 dikabarkan telah tiba di Manado, Selasa lalu melalui Terminal Cargo Bandara Internasional Sam Ratulangi.
Penulis: Andreas Ruauw | Editor: Alexander Pattyranie
Pemerintah sudah melakukan banyak hal untuk meyakinkan masyarakat, mulai dengan kampanye
keamanan vaksin oleh presiden dan jajarannya, kesediaan pemerintah untuk menjadi teladan dan
terdepan menerima vaksin, menyediakan vaksin dengan gratis, membantu distribusi, sampai
mengusahakan label halal,
Tapi karena vaksin ini sesuatu yang baru banyak orang diliputi kecemasan dan ketakutan akibat
terpengaruh hoax dan tidak mendapatkan literasi yang benar mengenai vaksin ini.
Jadi dibutuhkan sosialisasi yang terus menerus untuk menangkal hoax dan membangkitkan keyakinan.
Strategi sosialisasi paling baik dengan memberdayakan masyarakat melalui toga dan tomas,
membina suasana lingkungan sosial yang kondusif untuk menerima vaksin ini.
Di tahap awal ini vaksin masih diberikan untuk pejabat publik dan tenaga kesehatan, sistem yang
dibangun pemerintah cukup ampuh untuk mencegah penyimpangan.
Tenaga kesehatan yang akan mendapatkan vaksin sudah terdaftar berdasarkan nama, NIK,
nomor telepon dan fasilitas kesehatan dimana yang bersangkutan bekerja.
Pemberian vaksin ini juga akan terjadwal, serentak dan diawasi pelaksanaannya oleh aparat.
Dosis yang disediakan cukup terbatas, mengingat vaksin ini sangat sensitif terhadap suhu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/indonesia-berpotensi-lockdown-pengamat-kesehatan-sebut-konsekuensinya-ekonomi-merosot.jpg)