Jumat, 12 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

KRONOLOGI, Pria Pulang Ambil Pistol Lalu Tembak Kepala Korban, Dipicu Gara-gara Rasa Terhina

peristiwa yang terjadi pada 9 Desember 2015 lalu memasuki tahap rekonstruksi yang dilakukan oleh Unit 3 Subdit 3 Jatanra

Tayang:
Editor: Rhendi Umar
SHUTTERSTOCK
Ilustrasi pistol 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Masih ingat dengan kasus penembakan yang menyebabkan korban Aan Sutrisno (23) tewas.

Kini peristiwa yang terjadi pada 9 Desember 2015 lalu memasuki tahap rekonstruksi yang dilakukan oleh Unit 3 Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Sumsel.

Diketahui, korban adalah warga Jalan Puncak Sekuning Kecamatan IB I Palembang.

Tersangka Akir Akbar, ditangkap saat baru pulang dari Bangka Belitung, 29 September 2020 lalu.

Sedangkan tersangka Ahmad Alfandi, sudah terlebih dahulu ditangkap lima bulan setelah kejadian.

Tersangka Akir, terpaksa dilumpuhkan Unit 3 pimpinan Kompol Junaidi dan Panit Iptu Nanang Supriyatna yang melakukan perlawanan dan mencoba kabur saat akan ditangkap.

Selama jalannya rekontruksi, kedua tersangka terlihat hanya bisa menundukkan kepala mereka.

Di adegan pertama, korban (peran pengganti) bersama temannya sempat terjadi keributan dengan tersangka di Jalan POM IX Kecamatan IB 1 Palembang.

Terlebih ketika itu, tersangka sedang bersama teman perempuan ketika terjadi keributan dengan korban. Tersangka merasa terhina dengan tindakan korban.

Tak senang, tersangka Akir memutuskan untuk pulang dan mengantarkan teman perempuannya. Usai mengantarkan temannya, tersangka pulang ke rumahnya untuk mengambil senjata api rakitan jenis revolver.

Bersama sang adik iparnya Ahmad, tersangka datang ke lokasi keributan. Ternyata, korban dan beberapa teman-temannya masih berkumpul di lokasi.

Ketika itulah, tersangka Akir langsung mengeluarkan senpi rakitan yang dibawanya dan diarahkan ke korban.

"Tidak kena Pak aku tembak sekali," katanya Akir yang memeragakan bagaimana ia menembak korban.

Tembakan yang diarahkan tersangka ke korban ternyata meleset. Korban yang tahu, mengejar tersangka sambil memegang sajam jenis pisau.

Melihat korban mengejar, tersangka yang sempat lari memutuskan berhenti.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved