Penanganan Covid19

Dokter di Sulawesi Meninggal karena Covid-19 Bertambah Lagi

NurAeny Malawat meninggal setelah dirawat karena terinfeksi covid-19 di RSUP dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

handover
ilustrasi dokter - Dokter di Sulawesi yang meninggal karena terpapar Covid-19 bertambah. 

Dengan demikian sejak pandemi Covid-19 ini, total ada 10 dokter di Makassar yang gugur berjuang di garda terdepan melawan pandemi ini.

Ketua IDI Kota Makassar Dr dr Siswanto Wahab mengatakan, dengan makin banyaknya dokter yang gugur, seharusnya makin menyadarkan masyarakat agar jangan menganggap remeh pandemi COVID-19

Apalagi saat ini tingkat penyebarannya lebih massif akibat klaster pilkada.

Berikut daftar 10 dokter di Makassar yang meninggal karena berjuang melawan covid-19:

1. Dr. Maria Bernadeth Ratna Thahir ,Sp.THT-KL.
2. Dr. Herry Demokrasi Nawing,Sp.A
3. Prof. Dr. Andi Arifuddin Djuanna,Sp.OG(K)
4. Dr. Adnan Ibrahim,sp.PD., Sp.P
5. Dr. Theodorus Singara,Sp.KJ
6. Dr. Qayyim Munarka
7. Dr. Robert Vincentius Philips
8. Dr. Leonard Hasudungan
9. Dr Nasriyadi Nasir.
10. Prof Dr Nuraeni melawat Sp.KJ

237 Dokter Meninggal se-Indonesia

Terpisaha Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyampaikan, total sudah ada 237 dokter di Indonesia meninggal dunia karena terinfeksi Covid-19.

"Akibatnya, jumlah tenaga kesehatan di Indonesia menjadi terbatas," terang Wiku melalui keterangan resmi dilansir covid19.go.id, Selasa (5/1/2021).

Wiku berujar, tren kematian akibat Covid-19 mengalami peningkatan pada Oktober 2020.

Keadaan itu terus berlanjut, sehingga pada Desember 2020 tingkat kematian kembali meningkat.

"Di mana tren jumlah (kematian) terus meningkat sejak Oktober 2020, terutama pada Desember 2020," tuturnya.

Selain itu, Wiku juga membeberkan, jumlah tempat tidur untuk pasien Covid-19 mengalami tingkat keterisian yang cukup tinggi berdasarkan data per 2 Januari 2021.

Pasti Ia mengatakan, tren keterisian yang cukup tinggi di awal tahun ini tidak bisa terlepas dari jumlah pasien Covid-19 yang masih bertambah.

"Jika dilihat pada tren perkembangannya, keterisian ruang ICU dan isolasi secara nasional semakin meningkat dan mengkhawatirkan. Di beberapa daerah keterisian tempat tidur per 2 Januari, sudah melebihi 70%," ujar Wiku.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved