Jumat, 17 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

920 Tenaga Kesehatan Bolmong Mulai Divaksin 14 Januari, Ini Penjelasan Kadis Kesehatan

Sebanyak 920 tenaga kesehatan di Kabupaten Bolaang  Mongondow (Bolmong) akan dapat jatah pertama vaksinasi Covid-19

Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO/ARTHUR ROMPIS
Kepala Dinas Kesehatan Bolmong Erman Paputungan 

TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Sebanyak 920 tenaga kesehatan di Kabupaten Bolaang 
Mongondow (Bolmong) akan dapat jatah pertama vaksinasi Covid-19.

Kadis Kesehatan Bolmong Erman Paputungan mengatakan, penyuntikkan akan dimulai pada 
14 Januari 2020.

"Tahap pertama dari Januari hingga April," kata dia kepada Tribun Manado via WA Rabu (6/12/2020).

Menurut Erman, dipilihnya tenaga kesehatan sebagai yang pertama divaksin, selain sesuai protap, 
juga hendak meyakinkan masyarakat agar mau divaksin.

Erman sendiri akan turut divaksin bersama tenaga medis lainnya.

Baca juga: DPRD Sulut Langsung Maraton Gelar Sidang Paripurna di Awal 2021

Baca juga: Ratusan Pelayat Datang ke Rumah Duka Telly Tjanggulung di Bumi Nyiur Manado 

Baca juga: Wabup Talaud Moktar Parapaga Tak Kuasa Menahan Tangis di Depan Jenazah Telly Tjanggulung 

"Ini kan sudah lewat serangkaian penelitian dan pengujian," bebernya.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mempolemikkan vaksin. 

Tujuan Vaksin, sebut dia, adalah untuk keselamatan warga Bolmong. 

Diketahui, sebanyak 22.110 tenaga medis di Sulut jadi target vaksinasi Covid 19 tahap pertama.
Sebanyak 15 ribu vaksin merk Sinovac telah tiba di Sulut kemarin.

Tenaga Medis

Deg-degan bercampur senang. Itulah reaksi para tenaga medis di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) saat mendengar kabar bakal jalani vaksinasi Covid-19 gelombang pertama.

"Rasanya senang," kata Angga Rombot, perawat Triase di RSU Datoe Binangkang kepada Tribun Manado, Selasa (5/12/2020) via WA.

Angga mengaku tahu kabar dirinya masuk daftar tenaga medis yang hendak divaksin dari aplikasi khusus tenaga medis.

Menurut Angga, dengan divaksin ia akan lepas dari berbagai "tabu" di masa pendemi dan tak 
lagi dicekam kecemasan.

Baca juga: 2 Teroris JAD Ditembak Mati Densus 88, Diduga Kedua Orang Ini Terkait dengan Bom Gereja di Filipina

Selama masa menggilanya pendemi pertengahan tahun lalu, saban hari ia memakai APD selama berjam - jam.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved