Selasa, 28 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Asia Tenggara

Negara Termaju di Asia Tenggara Alami Resesi Terparah Karena Covid-19

Singapura yang merupakan satu-satunya negara termaju di Asia Tenggara juga tak lolos dari pandemi virus corona.

Editor: Rizali Posumah
KOMPAS.com/ ERICSSEN
Warga Singapura terlihat mengantri panjang untuk membayar barang-barang belian mereka di FairPrice Xtra, Vivo City, Singapura, Sabtu Siang (08/02/2020), saat pemerintah mengumumkan lockdown. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Semua negara di dunia terdampak pandemi virus corona atau Covid-19

Singapura yang merupakan negara termaju di Asia Tenggara juga tak lolos dari pandemi ini. 

Meski begitu, negara tetangga Indonesia ini dianggap sukses mengendalikan penyebaran virus corona.

Terlihat dari sedikitnya pasien positif yang sekarang tengah dirawat.

Berdasarkan data dari worldometers.info pada Senin (4/1/2021), Singapura hanya memiliki 58.697 kasus positif.

Walau begitu, mereka hanya punya 29 kasus kematian, terendah di antara negara lainnya.

Ditambah 58.487 orang dinyatakan sembuh.

Hanya saja, walau kasus virus corona di Singapura begitu rendah, Singapura juga terkena resesi ekonomi.

Bahkan, dilansir dari reuters.com pada Senin (4/1/2021), Singapura menandai resesi terparahnya pada tahun 2020 karena pandemi Covid-19, meskipun kontraksi berkurang pada kuartal keempat.

Ini karena negara itu mencabut lebih banyak pembatasan terkait virus corona, menempatkan ekonomi di jalur pemulihan yang lambat dan tidak merata.

Ekonomi penentu arah menyusut 5,8% pada tahun 2020, data awal menunjukkan pada hari Senin, sedikit lebih baik dari perkiraan resmi untuk kontraksi antara 6,5% dan 6%.

Pemerintah sebelumnya mengatakan mengharapkan produk domestik bruto (PDB) tumbuh 4% hingga 6% tahun ini.

Negara itu telah melonggarkan sebagian besar aturan virus corona, meskipun sebagian besar perbatasannya tetap ditutup.

Ini memulai program inokulasi Covid-19 minggu lalu, dan pemerintah ingin membuka lebih banyak ekonomi dengan bantuan vaksin di negara yang bergantung pada perjalanan dan perdagangan.

"Pemulihan ke depan pada 2021 mungkin akan terus berlangsung secara bertahap," kata ekonom regional Barclays Brian Tan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved