Natal di Manado
Umat Kristen Sulut Jalani Natal Bersejarah
"Momen ini terasa sakral sekali, puluhan tahun baru kali ini ibadah seperti ini, saya terdorong untuk mendoakan anak saya di malam natal," kata dia.
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebagian besar umat Kristen di Sulawesi Utara (Sulut) mengikuti ibadah natal 25 Desember 2020
lewat live streaming.
Mereka mematuhi anjuran pemerintah untuk beribadah via streaming guna membendung laju penularan virus Covid 19 yang kian menggila Desember ini.
Ibadah di depan ponsel sama sekali tak mengurangi kekhusyukan beribadah.
Seperti dialami Sally Onibala, warga Desa Kalawat, Kecamatan Kalawat, Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Wanita berusia 63 tahun ini mengikuti rangkaian ibadah natal, dari ibadah malam natal, ibadah natal Jumat pagi hingga ibadah
natal kedua pada Sabtu via streaming.
Siaran dipancarkan dari Gereja Yerusalem. Di sana hanya ada pendeta yang berkhotbah didampingi pelayan khusus.
Pada ibadah malam natal, Kamis (24/12/2020) malam, setelah khotbah, lampu dimatikannya. Sebagai gantinya ia memasang
sebuah lilin.
Dikumandangkannya lagu malam kudus mengikuti pendeta di latar kaca komputer.
Pada momen selanjutnya, sambil tetap memegang lilin, dirinya mendoakan kedua anaknya.
Itu hal yang tak ada dalam liturgi, atau panduan beribadah.
Tapi cinta pada anak - anaknya mendorong dia untuk berdoa.
"Momen ini terasa sakral sekali, puluhan tahun baru kali ini ibadah seperti ini, saya terdorong untuk mendoakan anak saya di malam natal," kata dia.
Pada malam natal kali ini, Sally tak beli pakaian baru. Makanan pun sekedarnya, karena open house pun dilarang.
"Uang saya habis untuk beli kuota," kata dia sambil tertawa.
Hal yang sama dilakoni Danny. Warga Manado ini "terperangkap" di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) buntut dari kebijakan pengaktifan pos jaga perbatasan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/sally-onibala-warga-desa-kalawat-kecamatan-kalawat.jpg)