Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Natal

Sejarah Pohon Natal, Bermula di Jerman pada Abad Pertengahan dan Dipopulerkan Ratu Inggris

Susunan kado di bawah pohon Natal membuat pohon Natal semakin meriah. Lantas, mengapa pohon Natal erat kaitannya dengan Hari Raya Natal?

Editor: Finneke Wolajan
MCR Bahamas Group
pohon natal 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Hari Natal yang dirayakan setiap 25 Desember sebentar lagi.

Hari Natal identik dengan pohon Natal yang dipasang di rumah atau tempat umum.

Pohon Natal menjadi tradisi yang selalu ada dalam Hari Raya Natal.

Orang-orang yang merayakan Natal menghias pohon cemara dengan berbagai hiasan.

Biasanya, pohon Natal dihias dengan lampu warna warni, ornamen perayaan Natal, dan bintang di pucuk pohon.

Ilustrasi Natal
Ilustrasi Natal (PEXELS.COM/Brett Sayles)

Susunan kado di bawah pohon Natal membuat pohon Natal semakin meriah.

Lantas, mengapa pohon Natal erat kaitannya dengan Hari Raya Natal?

Berikut sejarah pohon Natal yang telah Kompas.com rangkum dari berbagai sumber, Senin (21/12/2020).

Pohon Natal modern bermula di Jerman

Pohon Natal modern yang kini dapat dilihat saat Hari Raya Natal tiba berasal dari Jerman, tepatnya barat Jerman.

Melansir Britannica, pada abad pertengahan terdapat sebuah pertunjukan teatrikal tentang Adam dan Hawa yang memiliki sebuah “pohon surga”.

Adapun, “pohon surga” merupakan pohon cemara yang digantungi buah apel sebagai melambangkan Taman Eden.

Alhasil, pada 24 Desember yang merupakan hari raya keagamaan Adam dan Hawa, warga Jerman mendirikan pohon tersebut di rumah mereka.

Pohon Natal
Pohon Natal (lowes.com)

Pada pohon tersebut, mereka menggantungkan wafer yang melambangkan tanda penebusan Kristus.

Namun dalam tradisi selanjutnya, mereka mengganti wafer dengan kue dalam berbagai bentuk.

Sumber: TribunNewsmaker
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved