Breaking News:

Tambang Ilegal Ratatotok

Tim Gabungan TNI Polri Berhasil Evakuasi Dua Korban Longsor di Tambang Ilegal Mitra

Tim gabungan TNI Polri berhasil mengevakuasi kedua korban yang sebelumnya masih tertimbun longsor pada area pertambangan ilegal di Desa Ratatotok

Istimewa
Tim Gabungan TNI Polri Berhasil Evakuasi Dua Korban Longsor di Tambang Ilegal Mitra 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Tim gabungan TNI Polri berhasil mengevakuasi kedua korban yang sebelumnya masih tertimbun longsor pada area pertambangan ilegal atau pertambangan emas tanpa izin (PETI) di Desa Ratatotok, Kabupaten Minahasa Tenggara.

Diketahui kedua korban tersebut bernama Hery Kamasi dan Rommy yang ditemukan sehari setelah kejadian longsor pada Selasa (15/12/2020).

Komandan Kodim 1302/Minahasa Letnan Kolonel Inf Herbeth Andi Amino melalui Kepala Penerangan Kodim Minahasa Warno Detuage mengatakan bahwa proses evakuasi dilakukan dengan cara melakukan penggalian dititik longsor.

"Penggalian dan pencarian dilakukan selama kurang lebih 24 jam sehingga kedua korban yang tertimbun itu baru ditemukan esoknya," pungkasnya, Kamis (17/12/2020).

Baca juga: Andrei Angouw Ucap Syukur Menang Pilkada, Ajak SSK-SS, Mor-Hjp dan Paham Bersatu bangun Manado

Baca juga: Michaela Paruntu Ucapkan Selamat untuk FDW-PYR

Baca juga: Terus Membludak, Kasus Covid-19 di Minut Hari Ini Bertambah 21 

Ia melanjutkan, bahwa larangan bagi warga yang masuk ke area PETI itu sudah lama dilaksanakan, bahkan bila ketahuan akan langsung diamankan petugas.

"Aparat TNI Polri dan Sat Pol PP juga sering melakukan patroli di area tersebut, namun penambang punya cara tersendiri untuk menghindari petugas.

Mereka diketahui melakukan penambangan dengan cepat secara bergantian, sehingga saat tip patroli tiba di lokasi para penambang sudah tidak ada," urainya.

Baca juga: KPU Minut Tunggu Gugatan Sengketa Pilkada di Mahkamah Konstitusi

Kini, pasca-peristiwa kecelakaan kemarin, para petugas sudah menyita seluruh alat pertambangan yang ada di lokasi itu. Juga membongkar tenda-tenda yang telah dibangun oleh penambang.

"Imbauan dan larangan terus dilakukan baik dari pihak Kepolisian setempat maupun perangkat Desa. Dan akan lebih diperketat penjagaannya," ujar Warno.

Sebelumnya, di lokasi yang sama pernah terjadi kecelakaan kerja, tepatnya berada di Kebun Raya Megawati Sukarnoputri yang tepatnya berada di sekitar Kolam Katingan Tower Kecamatan Ratatotok Selatan, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kamis (26/11/2020).

Baca juga: BREAKING NEWS: Presiden Prancis Emmanuel Macron Dinyatakan Positif Terkena Covid-19

Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Herbeth Andi Amino Sinaga saat dikonfirmasi melalui Plh Danramil 12/Belang Pelda Johny Runtuwene kembali menghimbau kepada masyarakat soal bahaya pada area pertambangan.

"Sudah sering terjadi kecelakaan dilokasi tambang ilegal ini, pemerintah Kabupaten telah mengeluarkan peraturan atau larangan untuk melakukan penambangan di lokasi ini.

Untuk itu saya menghimbau kepada masyarakat agar menghentikan aktivitas penambangan di lokasi yang dilarang, agar tidak kejadian seperti ini tidak terjadi lagi," tegasnya.

Baca juga: Calon Wali Kota Manado Andrei Angouw Mohon Doa Segera Sembuh dari Covid 19

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUN MANADO:

 
 

Penulis: Andreas Ruauw
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved