Breaking News:

Pilwako Manado

Saat PPS Beranikan Diri Pakai APD Seadanya Hitung Surat Suara Pasien Covid-19: Yakin Tuhan Lindungi

PPS tersebut bernama David Yonggi Wonok, ketika dihubungi menyampaikan kronologi bagaimana dirinya memberanikan diri untuk menghitung surat suara

Penulis: Fistel Mukuan | Editor: Gryfid Talumedun
Foto dokumen pribadi
saat David menghitung surat suara di lantai 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak telah usai, namun ada cerita menarik datang dari salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS) di TPS 5 Malalayang 1 Barat.

PPS tersebut bernama David Yonggi Wonok, ketika dihubungi menyampaikan kronologi bagaimana dirinya memberanikan diri untuk menghitung surat suara dari pasien Covid-19 dari Rumah Sakit (RS) Prof Kandou, Manado.

"Surat suara setelah dari ruangan pasien Covid-19 dari RS Kandouw, dibawa ke TPS 5 Malalayang 1 Barat untuk dihitung. Awalnya ketua KPPS berani memegangnya, tapi setelah itu petugas KPPS TPS 5 sudah takut untuk memegang surat suara lainnya karena desakan dari masyakarat sekitar dan keluarga KPPS bahwa bahaya jika pegang  kertas suara tersebut, jangan sampai terjangkit," ucap David.

Baca juga: KPU Umumkan Pasangan Berkah Raih 33.120 Suara di Pilkada Bolsel, Menang Telak dari Pasangan Riski

Lebih lanjut disampaikam David, melihat situasi tidak lagi kondusif, yang sempat berdebat dengan saksi dan masyarakat sekitar, dirinya sebagai PPS mengambil alih dan memberanikan diri memegang kertas suara untuk di hitung dengan APD seadanya yaitu masker dan sarung tangan.

"Menurut kita kasihan itu KPPS kalau tidak mulai untuk di hitung tidak akan selesai pemilihan tersebut," tambahnya.

Disampaikannya, sedangkan pada saat itu tidak ada lagi yang ingin memberanikan diri untuk memegang dan menghitung surat suara tersebut.

Dengan jujur David sampaikan dirinya pribadi mempunyai rasa takut untuk memegang surat suara tersebut, apalagi dirinya mempunyai anak yang masih kecil berumur 6 tahun.

"Tetapi sebelum memegang surat suara, saya sempatkan untuk berdoa kepada Tuhan di dalam hati dan saya yakin Tuhan akan menjaga dan melindungi saya," tegasnya.

Menurutnya surat suara tersebut yang dari RS itu gabungan surat suara pasien umum dengan pasien Covid-19.

"Surat suara juga saya hitung di lantai, karena saat sampai dari RS,  kertas suara langsung ditaruh di lantai karena sudah banyak yang takut untuk menghitungnya," tutupnya. (fis)

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved