Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Positif Covid-19, Bupati Purbalingga Jalani Isolasi Mandiri, Diduga Tertular dari Staf Pribadi

sesuai protokol kesehatan, Tiwi tetap harus melaksanakan karantina mandiri hingga beberapa hari ke depan.

Tayang:
Editor:
KOMPAS.COM/Tangkapan Layar
Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi dalam video yang diunggah di akun instagram pribadinya, Minggu (13/12/2020) pukul 17 30 WIB. 

TRIBUNMANADO.CO.ID, PURBALINGGA - Hingga saat ini virus corona atau Covid-19 terus menyebar ke belahan dunia.

Di tanah air, virus yang menjadi pendemi ini terus memakan korban.

Bahkan tak hanya warga biasa, beberapa pejabat pun ikut terpapar Covid-19.

Salah satunya Bupati Purbalingga, Jawa Tengah, Dyah Hayuning Pratiwi terkonfirmasi positif virus corona ( Covid-19).

Bupati yang akrab disapa Tiwi ini diduga tertular dari salah satu staf pribadinya.

Hal tersebut diungkapkannya melalui siaran video di akun Instagram pribadinya, Minggu (13/12/2020) pukul 17.30 WIB.

"Sore hari ini, saya akan menginformasikan kondisi kesehatan saya. Kemarin sore saya pribadi melakukan swab test atau PCR test dikarenakan ada salah satu staf pribadi saya yang tah terlebih dahulu terkonfirmasi positif Covid-19, dan hari ini hasil dari rumah sakit saya terima dan saya dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19," katanya, Minggu.

Ilustrasi - Sukarelawan vaksin virus corona meninggal dunia.
Ilustrasi - Sukarelawan vaksin virus corona meninggal dunia. (Foto: iStockphoto/Halfpoint)

 Tiwi mengungkapkan, meskipun telah terkonfirmasi melalui tes PCR, namun dia hanya merasakan gejala ringan.

"Alhamdulillah kondisi kesehatan saya saat ini sehat, walaupun ada sedikit gejala ringan," ujarnya.

Meski demikian, sesuai protokol kesehatan, Tiwi tetap harus melaksanakan karantina mandiri hingga beberapa hari ke depan.

"Oleh karenanya, sesuai prosedur kesehatan yang diperlukan, hari ini sampai beberapa hari kedepan, kami akan melakukan isolasi atau karantina mandiri di rumah dinas dengan pendampingan tenaga kesehatan," katanya.

Tiwi mengimbau kepada seluruh masyarakat yang sebelumnya sempat melakukan kontak erat dengannya untuk sesegera mungkin berkordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun fasilitas kesehatan terdekat.

"Untuk itu kepada bapak ibu yang dalam waktu beberapa hari terakhir melakukan kontak erat dengan saya, mohon untuk segera menginformasikan pada dinas kesehatan agar nantinya dilakukan tracing dan dilakukan prosedur-prosedur kesehatan yang diperlukan," ujarnya.

Terkait dengan keberlangsungan birokrasi, Tiwi sendiri akan tetap bekerja dari rumah dinas.

Hal tersebut perlu dilakukan agar roda pemerintahan tidak lumpuh seketika.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved