Rudapaksa
Kepala Sekolah Rudapaksa Muridnya Selama 3 Tahun, Dilakukan saat Libur dan Sekolah Sepi
Sesorang yang seharusnya menjadi panutan dan pengayom, malahan merusak masa depan siswinya yang masih berusia 15 tahun.
Pria bernama Abdulrzak Ampatuan menikahi gadis tersebut dalam sebuah upacara pernikahan yang memuakkan di Filipina.
Dilansir Mirror.co.uk, rupanya gadis belia tersebut menjadi istri kelima pria berusia 48 tahun itu.
Abdulrzak tidak menunjukkan penyesalan karena menikahi seorang anak.
"Saya senang telah menemukannya dan menghabiskan hari-hari saya dengannya merawat anak-anak saya," ujarnya.
Abdulrzak Ampatuan merupakan seorang petani.
Gadis 13 tahun menikah dengan pria 48 tahun. ((Gambar: ViralPress) Via Mirror.co.uk)
Ia pun berencana memiliki anak dengan istrinya yang masih belia tersebut ketika dia berusia 20 tahun.
Abdulrzak Ampatuan juga menambahkan dia akan mengirim sang istri ke sekolah sehingga bisa belajar sambil menunggu dia siap memiliki anak.
Baca juga: Kronologi Lengkap Kakek 70 Tahun Rudapaksa Dua Siswi SMP di Kebun, Berawal dari Minta Air Minum
Di beberapa bagian Filipina, terutama di wilayah Mindanao yang berpenduduk mayoritas Muslim, anak di bawah umur diperbolehkan menikah selama dia mencapai pubertas yang ditandai menstruasi.
Data Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) menunjukkan negara ini memiliki jumlah pengantin anak tertinggi ke-12 di dunia dengan total 726.000 sejauh ini. (Tribunnews.com/Garudea Prabawati)