Sabtu, 11 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Peringatan HAM

Peringati Hari Hak Asasi Manusia Sedunia, Ini Pesan Presiden Joko Widodo

Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia hari ini tanggal 10 Desember 2020, Presiden RI Joko Widodo menyoroti masalah kebebasan beribadah

Editor: Mejer Lumantow
Kompas.com
Presiden Joko Widodo 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia hari ini tanggal 10 Desember 2020, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menyoroti masalah kebebasan beribadah yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Hal ini disampaikan Jokowi saat berpidato dalam acara Peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia 2020.

Ia meminta aparat keamanan, pemerintah pusat, dan pemerintah daerah menyikapi secara aktif dan responsif agar masalah kebebasan beribadah bisa diselesaikan secara damai dan bijak.

“Saya untuk itu, saya minta agar aparat, pemerintah pusat, pemerintah daerah secara aktif dan responsif untuk menyelesaikan masalah ini secara damai dan bijak," kata Jokowi dalam Peringatan Hari HAM Sedunia 2020 yang disiarkan secara daring lewat Facebook, Komnas HAM, Kamis (10/12).

Selanjutnya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyinggung masalah pembangunan infrastruktur.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur harus didedikasikan sebagai prasarana untuk pemenuhan HAM dengan menjamin keterjangkauan mobilitas hak kesehatan, hak pangan, dan hak kebutuhan dasar yang merata, termasuk bahan bakar satu harga.

Demikian juga dengan pembangunan sumber daya manusia. Jokowi meminta penurunan kasus stunting serta keterjangkauan pendidikan yang memadai bisa dipastikan, terutama di daerah terpencil dan pulau terluar.

Jokowi menambahkan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada penyandang disabilitas. Menurutnya, perhatian itu sudah dibuktikan pemerintah dengan membentuk Komisi Nasional Disabilitas yang berorientasi pendekatan HAM.

ini merupakan komitmen bersama dalam mengarusutamakan prinsip HAM di daerah," tutur Jokowi.

Sebelumnya, terkait Hari HAM Dunia, Koalisi Masyarakat Sipil untuk Perlindungan Pembela HAM mengeluarkan tiga tuntutan kepada Jokowi.

Pertama, mendesak Jokowi mengambil langkah-langkah konkrit untuk memperbaiki kondisi penegakan HAM dan kemanusiaan di Indonesia sesuai dengan janjinya bahwa pada periode kedua pemerintahannya.

"Agar dalam 4 tahun sisa pemerintahan periode kedua presiden Jokowi persoalan kemanusiaan tidak semakin buruk dan mengkhawatirkan," demikian rilis koalisi yang terdiri atas lembaga PBHI, Imparsial, KontraS, HRWG, ELSAM, LBH Pers, YPII, Amnesty International Indonesia, dan Kemitraan.

Sejumlah aktivis melakukan aksi 'Kamisan' di depan Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, 6 September 2018.  Aksi kamisan ke-522 hari ini digelar untuk memperingati 14 tahun kasus Pembunuhan Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Munir Said Thalib. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)Kegiatan aksi kamisan yang konsisten dilakukan pegiat HAM dan keluarga korban pelanggaran HAM di seberang Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, saban Kamis. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Kedua, mengusut dan menuntaskan kasus-kasus serangan terhadap pembela HAM terutama yang berakibat hilangnya nyawa, kasus penyerangan terhadap pembela HAM, dan menghentikan kriminalisasi terhadap pembela HAM.

Ketiga, Pemerintah dan DPR RI harus membentuk sistem perlindungan terhadap pembela HAM melalui pembuatan regulasi dan merevisi sejumlah aturan perundang-undangan yang bersifat multitafsir yang tidak hanya mengancam pembela HAM di Indonesia tetapi juga secara umum mengancam penegakan dan pemenuhan HAM di Indonesia.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved