Berita Internasional
Pencet Jerawat, Wajah Wanita Cantik Ini Berubah Drastis Jadi Mengerikan, Kini Matanya Buta
Pertumbuhan sebagian besar telah menyelimuti wajahnya dan telah mulai menyebabkan kebutaan saat pembengkakan yang parah mencapai matanya.
Namun, yang paling umum disebabkan oleh minyak, sel kulit mati, dan perubahan hormonal.
"Jangan pernah mencoba menyingkirkan jerawat ini dengan memencetnya, karena itu akan menyebarkan bakteri penyebab jerawat, dan menimbulkan jaringan parut," kata Schlessinger.
Cara terbaik untuk mengatasi whitehead adalah menjaga area di sekitarnya bebas dari bakteri dan sel kulit mati.
Rata-rata whitehead secara alami hilang dalam waktu sekitar satu minggu.
Namun, jika jerawat ini tak segera hilang, Schlessinger merekomendasikan kita untuk mencuci wajah di pagi dan malam hari dengan pembersih wajah yang mengandung salisilat dan asam glikolat.
2. Blackhead
Sama seperti whitehead, Schlessinger menjelaskan komedo disebabkan oleh pori-pori tersumbat dan produksi minyak berlebih karena perubahan hormon.
Dia mengatakan whitehead terjadi karena pori-pori tertutup lapisan kulit sehingga menimbulkan komedo yang dibiarkan terbuka dan terkena udara. Inilah yang membuatnya berwarna gelap.
Untuk mengatasinya, kita bisa melakukan ekstraksi demi menghilangkan komedo yang menyumbat pori-pori.
Ini harus diserahkan kepada para profesional perawatan kulit dan dokter kulit yang terlatih untuk menghindari penyebaran bakteri," tambah Schlessinger.
Dia merekomendasikan penggunaan retinol yang dijual bebas, atau obat dengan efek yang lebih kuat, seperti retinoid.
Retinoid akan membantu mendorong pergantian sel dan mencegah pori-pori tersumbat karena sel-sel kulit mati dan minyak.
3. Jerawat di zona T
Salah satu jenis jerawat yang lebih umum dan cenderung muncul di dahi, hidung, dagu dalam formasi bentuk T.
Jerawat ini biasanya disebabkan oleh polusi dan seringkali menghasilkan jerawat merah dan whitehead.
“Whitehead biasanya ditemukan di area t-zone dan dapat dibasmi dengan produk yang mengandung asam salisilat, benzoyl peroxide, dan retinoid,” kata Dendy Engelman, ahli dermatology dari Manhattan.
4. Jerawat hormonal
Menurut Engelman, jerawat ini muncul karena kelebihan minyak yang dihasilkan hormon, menyebabkan penumpukan, pori-pori tersumbat, hingga menimbulkan jerawat.