Pemungutan Suara di Tomohon
Politik Uang Tak Jamin Kemenangan Paslon
Berapa besar pengaruh money politik, menuai tanggapan dari Pengamat Politik Josef Kairupan.
Penulis: Hesly Marentek | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, TOMOHON -- Isu money politik kian santer berhembus jelang pemungutan suara.
Bahkan adanya money politik ini seakan terus menjadi pewarna di setiap kontestasi politik.
Lantas berapa besar pengaruh money politik, menuai tanggapan dari Pengamat Politik Josef Kairupan.
Menurut Kairupan mengatakan isu Politik uang ini bagaikan penyakit kronis yang sudah menular kemana-mana.
Namun disatu sisi pihak penyelenggara berusaha mengobati bahkan memberantas penyakit ini.
"Tetapi disisi yang lain masih banyak juga masyarakat yang malu-malu kucing bahkan terang-terangan mengharapkan adanya imbalan uang untuk ditukarkan dengan hak suaranya," katanya.
Lebih lanjut akademisi Unsrat ini menyebut seiring berjalannya waktu sejak reformasi tahun 1998, kehidupan demokrasi mulai mengalami peningkatan kepada kedewasaan berdemokrasi.
Jika dimasa awal dengan euforia demokrasi diawal reformasi masyarakat dikejutkan dengan imbalan-imbalan uang untuk memilih calon tertentu.
Tetapi untuk saat ini justru masyarakat pemilih semakin jeli menilai siapa yang layak bukan hanya dengan mengandalkan bekal janji-janji manis, namun mampu mewujudkan janjinya.
"Oleh karena itu ada kecenderungan memasang tarif untuk harga sebuah suara, bahkan mereka yang dulunya idealis sudah mulai ikut-ikutan menjadi pemilih pragm,atis transaksional," ujarnya.
Satu hal yang perlu diingat bahwa dengan pelaksanaan waktu kampanye yang cukup panjang ini, hampir sebagian besar voters telah memiliki pilihan masing-masing.
Sehingga sekalipun dibujuk dengan uang tidak terlalu efektif mempengaruhi pilihan, bisa saja diambil uangnya tetapi tidak dicoblos paslonnya.
"Karena pemilih sudah pintar, mereka tahu tidak ada jeratan hukum ketika melakukan hal itu, justru paslon yang member uang akan terjerat hukum," jelas Kairupan.
"Dengan karakter masyarakat sulut yang sebagian besar memiliki prinsip, maka agak sulit untuk memberikan peluang kemenangan bagi paslon yang memainkan politik uang."
"Hal ini juga sudah dibuktikan dengan salah satu paslon yang dari awal membagi-bagikan uang tetapi tidak mendongkrak elektabilitasnya, hanya popularitasnya saja yang terdongkrak sebagai paslon yang suka membagi-bagikan uang," tambahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/josef-kairupan-234234.jpg)