Pilkada 2020

Peringatan Satgas Covid-19 soal Penyelenggaraan Pilkada 2020: 'Kalau Ada Kerumunan, Dibubarkan Saja'

Kalau ada kerumunan, dibubarkan saja," ujar Yovi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (8/12/2020).

Editor: Frandi Piring
ANTARA FOTO/MUHAMMAD IQBAL
Peringatan Satgas Covid-19 soal Penyelenggaraan Pilkada 2020: 'Kalau Ada Kerumunan, Dibubarkan Saja'. Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) memberikan surat suara kepada pemilih saat dilaksanakan Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada Serentak 2020, di TPS 18 Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). Simulasi ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memberikan pembelajaran kepada pemilih dalam melaksanakan pemungutan suara Pilkada Serentak 2020 ditengah pandemi COVID-19. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Jelang pelaksanaan pemungutan suara pemilihan kepala daerah ( pilkada) di sembilan daerah di Provinsi Riau digelar besok, Rabu (9/12/2020),

Satgas Covid-19 memberikan imbauan berupa peringatan saat Pilkada akan berlangsung.

Demi mencegah penularan Covid-19, Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 dr Indra Yovi meminta kepada penyelenggara dan pemilih untuk mematuhi protokol kesehatan.

Petugas penyelenggara harus melakukan pembatasan orang yang mencoblos saat datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

"Seluruh petugas penyelenggara supaya menjalankan protokol kesehatan. Ini wajib betul-betul dilakukan dengan baik, dan tak perlu ada kerumunan.

Kalau ada kerumunan, dibubarkan saja," ujar Yovi dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Selasa (8/12/2020).

Selain itu, yang paling penting bagaimana petugas Komisi Pemilihan Umum (KPU) menyiapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak.

Selanjutnya mengatur orang yang datang saat pemungutan suara agar tidak terjadi kerumunan.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Mimi Yuliani Nazir mengatakan, dalam pelaksanana pilkada,

pihak penyelenggara telah menetapkan tata cara pemilihan, termasuk petugas di lapangan,

dengan menerapkan protokol kesehatan yang lebih ketat agar tidak terjadi klaster baru pilkada.

"Kan sudah ada aturan yang telah ditetapkan oleh penyelenggara pilkada, dalam hal ini KPU.

Petugas yang di tempat pemungutan lebih ketat lagi, begitu juga masyarakat, harus mematuhi protokol kesehatan.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved