Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Jusuf Kalla: Sebagai Negara Besar Covid-19 di Indonesia Rendah, Sentil Kerumunan Rizieq Shihab

Penanganan Covid-19 di Indonesia terus menjadi perbincangan banyak pihak. Ada yang menyebut pemerintah tergolong lemah

Editor: Aswin_Lumintang
tribunjateng/dok
Jusuf Kalla, Ketua Umum Palang Merah Indonesia 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA –  Penanganan Covid-19 di Indonesia terus menjadi perbincangan banyak pihak. Ada yang menyebut pemerintah tergolong lemah dalam menangani pandemi Corona ini.

Namun, ada juga yang menyebutkan langkah-langkah yang dilakukan Presiden Joko Widodo sudah relatif baik dibandingkan negara lainnya.

Rizieq Shihab saat menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020).
Rizieq Shihab saat menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). (ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH)

Mantan Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) memberikan tanggapan soal beda kerumunan Pilkada Serentak dan kerumunan yang diciptakan pengikut Rizieq Shihab beberapa waktu lalu.

JK mengatakan kasus konfirmasi covid-19 di Indonesia tergolong rendah dibandingkan dengan negara lainnya yang memiliki penduduk ratusan juta seperti Amerika dan India.

Banyak faktor yang dapat menyebabkan jumlah kasus covid-19 meningkat di sejumlah negara, termasuk terkait faktor kedisiplinan masyarakat dan faktor kebijakan pemerintah.

“Tidak bisa dibandingkan kerumunan Pilkada dengan kerumunan habib Rizieq,” kata JK saat diwawancara Claudius Boekan, Jumat (4/12/2020).

JK mengatakan jumlah kerumunan yang diciptakan karena kepulangan Rizieq Shihab beberapa waktu lalu diluar dugaan kesiapan pemerintah untuk mengatasi kerumunan.

“Memang jauh jumlahnya. Memang orang terkejut, kami terkejut, pemerintah juga tidak siap karena laporan intelegent yang memperkirakan ada 5000-6000 di airport padahal berkali-kali lipat,” ujarnya.

Menurutnya penyelenggaraan Pilkada tentu akan berbeda, karena Pilkada sudah dipersiapkan secara matang oleh pemerintah.

“Pilkada saya kira tidak seperti itu memang pada awalnya saja, pada saat pendaftaran di bulan Juli-Agustus lalu,” katanya.

Baca juga: Bank BNI Buka Lowongan Kerja, Terima Mulai Lulusan S1, Cek Syarat dan Cara Daftar di Sini!

Baca juga: Kakek 70 Tahun Perkosa Bergilir 2 Siswi SMP, Berawal Kehausan dan Minta Air Minum

Ia mengatakan puncak gelombang covid-19 diperkirakan akan terjadi diakhir tahun 2020 hingga awal 2021, sebelum akhirnya vaksin siap.

Vaksin dijelaskannya bukan sebagai obat covid-19, namun sebagai penjaga imunitas agar masyarakat tidak mudah tertular covid-19.

Karena itu ia kembali mengingatkan masyarakat disiplin dalam 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak. Sedangkan pemerintah melakukan tracking, testing, dan tracing.

“3M juga baru bisa dilaksanakan secara disiplin jika ada penerapan sanksinya. Dibutuhkan upaya aparat, tenaga kesehatan. Pemerintah harus berupaya, masyarakat juga harus berupaya,” katanya.

Sebagai Ketua organisasi Palang Merah Indonesia (PMI), JK mengatakan pihaknya tidak pernah putus asa dalam melakukan upaya edukasi ke masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved