Penanganan Covid

Pengiriman Bunga Merekah di Tengah Pandemi Covid-19, JNE Catat Pertumbuhan 30 Persen

JNE Manado misalnya mencatat, terjadi tren kenaikan pengiriman bunga hidup dari Sulut dan sebaliknya.

Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: Chintya Rantung
Tribun Manado / Fernando Lumowa
Suasana pelayanan konsumen kantor JNE Manado di Jalan Yos Sudarso, Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pandemi Covid-19 yang menganjurkan lebih baik di rumah membuat sebagian orang menggandrungi hobi baru.

Apa itu? Memelihara bunga.

Ya. Bunga jadi hobi yang kembali mereka bersamaan dengan datangnya pandemi Covid-19.

Semaraknya hobi bunga berdampak pada bisnis ekspedisi. JNE Manado misalnya mencatat, terjadi tren kenaikan pengiriman bunga hidup dari Sulut dan sebaliknya.

"Pengiriman bunga naik 30 persen di masa pandemi Covid-19 dibandingkan sebelum pandemi," kata Kepala JNE Cabang Manado, Barthen Patinggi kepada Tribun Manado, Kamis. (03/12/2020).

Barthen bilang, bunga asal Sulut, tepatnya Manado, Tomohon, Minahasa dan Minsel dikirim ke luar daerah. "Tujuannya ke seluruh Indonesia. Sabang sampai Merauke," katanya.

Jenisnya pun macam-macam. "Bunga dari Tomohon, Jenis-jenis Krisan, ada juga anggrek tertentu yang khas Sulut," jelasnya.

Bahkan, kata dia, ada bunga yang dibawa ke luar negeri via Jakarta. "Ekspor langsung dari sini belum ada. Sangat bagus jika pemerintah memfasilitasinya karena potensinya besar," jelasnya.

Dilihat dari volumenya, pengiriman bunga hidup dari Sulut rata-rata mencapai 4-5 kg per hari.

Bahkan pernah mencapai 20 kg pernah hari saat ramai-ramainya.  "Dalam sehari bisa  30-40 resi," jelasnya.(ndo)

Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved