Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penanganan Covid

Tingkat Pengangguran di Jepang Catatkan Rekor Tertinggi Akibat Pandemi Covid-19

Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

(Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR)
Ilustrasi Pekerja konstruksi. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus Covid-19 hingga kini masih mewabah.

Indonesia mengonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab Covid-19 pada awal Maret 2020.

Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.

Ilustrasi pengangguran

Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan.

Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona.

Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. 

Tingkat pengangguran di Jepang naik menjadi 3,1 persen pada Oktober, level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir.

Peningkatan angka penangguran tersebut menandi pandemi Covid-19 yang terus membawa dampak negatif terhadap sektor bisnis.

Laporan itu ditunjukkan oleh data Pemerintah Jepang pada Selasa (1/12/2020) sebagaimana dilansir dari Xinhua.

Menurut Kementerian Urusan Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang, total warga yang menganggur di negara itu meningkat 80.000 orang menjadi 2,14 juta orang.

Tingkat pengangguran untuk pria bertambah menjadi 3,4 persen dengan basis penyesuaian musiman, atau naik 0,2 poin dari September.

Baca juga: Swab Antigen Negatif, PCR Positif, Anies Baswedan Terpapar Covid-19, Ketemu Saya Silakan Tes Usap

Baca juga: Joshua March Akui Jenggot dan Brewok Mirip Pemeran Pria, Netizen: Video Mirip Gisel Versi 2 Menit

Baca juga: Selamat Datang Desember 2020, Kutipan dan Motivasi Desember, Ayo Tutup Tahun dengan Kenangan Indah

Sedangkan tingkat pengangguran untuk wanita tetap bertahan di angka 2,7 persen, menurut data terbaru.

Sementara itu, rasio ketersediaan lapangan kerja meningkat ke angka 1,04 dari 1,03 pada September, yang berarti terdapat 104 posisi pekerjaan untuk setiap 100 pencari kerja.

Angka ini menandai peningkatan pertama yang tercatat sejak April 2019, seiring dengan mulai meningkatnya perekrutan pegawai meski ada kekhawatiran soal prospek ekonomi di tengah pandemi virus corona yang masih berlangsung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved