Soal & Jawaban
Soal dan Jawaban TVRI SD Kelas 1-3 Jumat 27 November 2020
Hari ini materi yang dibahas untuk siswa SD Kelas 1, 2 dan 3 adalah tentang Cerita Rakyat yang tayang di TVRI pukul 08.30 - 09.00 WIB.
1. Kisah singkat kisah Burung Taun dan Burung Ngulngul dari Sulawesi Utara tepatnya Kabupaten Minahasa.
Dahulu kala ada persahabatan dua ekor burung layaknya persahabatan antar manusia yakni burung Bayan dan burung Taun. Setiap hari keduanya selalu pergi bersama, dimana ada burung Taun selalu ada burung Bayan, begitu pula sebaliknya.
Burung Taun berbadan besar dan memiliki bulu hitam, suara nyaring serak dan parau, ekor terdapat bulu panjang sedangkan paruhnya ada garis menunjukkan umur, hanya burung Taun dahulu belum memiliki mahkota. Begitu pula Burung Bayan suara merdu dan tubuh kecil dan di kepalanya ada mahkota atau jambul.
Keduanya dikenal senang mengganggu hewan-hewan lainnya seperti kerbau, kemudian siput hingga buaya. Seperti saat burung Taun menggulingkan rumah siput, kemudian mereka pergi sambil tertawa, kemudian menjatuhkan batu kecil diatas buaya yang sedang tidur di sungai. Setelah terbang kesana kemari sambil mengganggu hewan di hutan keduanya lalu beristirahat di pohon, burung Taun kemudian berbicara ke burung Bayan untuk meminjam mahkotanya.
“Bayan bolehkah aku meminjam mahkotamu, tapi aku malu, aku mau meminjam sehari,”ujar burung Taun.
Karena mereka sudah bersahabat bertahun-tahun lamanya, Burung Bayan lantas mau meminjamkan mahkotanya kepada Burung Taun.
Burung Bayan mendekatkan kepaalanya memasangkan mahkotanya ke Burung Taun. “Kamu kelihatan gagah, tapi jangan lupa besok di kembalikan ya,”ujar Burung Bayan.
Setelah berjanji untuk mengembalikan mahkota Burung Bayan, Burung Taun terbang meninggalkan Burung Bayan. Tiba waktu seharusnya Burung Taun mengembalikan mahkota burung Bayan, namun Burung Taun malah tidak kembali mengembalikannya. Sehari lewat hingga bahkan seminggu, urung Bayan lantas was-was Burung Taun yang tidak kelihatan batang hidungnya. Burung bayan sedih memikirkan mahkotanya. “Ngul ngul ngul, mana mahkotaku, “ burung Bayan terisak.
Baca juga: Seorang ASN Ditemukan Tewas di Kamar Hotel, Hasil Tes Reaktif Covid-19, Polisi Periksa Rekaman CCTV
Burung Bayan tak sengaja bertemu pengetua hutan dan sambil terisak menceritakan apa yang dialaminya. Pengetua hutan kemudian memerintahkan burung Kleak memanggil Burung Taun.
Di hadapan Pengetua Hutan, burung burung Taun meminta maaf kepada burung Bayan.
“Ampuni aku pengetua Hutan dan burung Bayan, dan maafkan aku karena mahkota ini sudah menyatu dengan kepala dan paruhku kalau dilepas dengan paksa maka aku pasti akan mati. Aku merasa berslaah dan siap menerima hukuman dari Pengetua Hutan,”ujarnya menjelaskan
Pengetua Hutan lantas menasehati Burung Taun seharusnya membalas kebaikan Burung Bayan bukan malah menipunya. Soal mahkota, Pengetua Hutan mempersilahkan Burung Taun terus memakainya karena tentunya Burung Bayan tidak tega untuk membunuhnya. Kemudian atas perbuatannya, Pengetua Hutan mengubah nama kedua burung ini.
“Kamu boleh tetap memakai mahkota itu, tetapi karena kamu menipu sahabatmu dan hanya mementingkan diri sendiri, maka kau kuberi nama burung Koak, dan kamu burung bayan meskipun keindahanmu berkurang karena tanpa mahkota engkau tetap dipuji karena kebaikan hatimu karena kamu menangis terus maka kuberi nama burung Ngulngul,”ungkap Pengetua Hutan.
2. Pelajaran baik apa yang bisa kamu ambil dari Kisah Limonu dari provinsi Gorontalo adalah
- Sifat pemberani Limonu, berkat keberanian dan keperkasaannya Limonu berhasil membentuk pasukan berani mati dan mengalahkan pasukan Hemuto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/soal-dan-jawaban-tvri-sd-kelas-1-3-kamis-15-oktober-2020.jpg)