Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Terkini Nasional

Politikus PKS: Tengku Zul dan Pak Din Tetap Tokoh Besar dengan Banyak Pengikut

Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain diakui tetap menjadi tokoh besar, meski tidak berada di Majelis Ulama Indonesia.

Editor: Rhendi Umar
Tribunnews.com/Igman Ibrahim
Gatot Nurmantyo, Din Syamsuddin hingga Rocky Gerung ditolak saat ingin menjenguk tokoh KAMI yang ditahan di Bareskrim 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain diakui tetap menjadi tokoh besar, meski tidak berada di Majelis Ulama Indonesia (MUI). 

Hal tersebut dijelaskan langsung oleh Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera.

"Tengku Zul dan Pak Din tetap tokoh besar dengan banyak pengikut, walau tidak masuk dalam kepengurusan MUI yang baru," papar Mardani saat dihubungi, Jakarta, Jumat (27/11/2020).

Mardani pun mengucapkan selamat kepada MUI karena sudah menyelesaikan Musyawarah Nasional (Munas) ke X dan memiliki kepengurusan baru. 

"Semoga para pengurus baru MUI dapat membimbing dan menjadi teladan bagi umat dan bangsa," paparnya. 

"Kami doakan yang di dalam dan yang di luar kepengurusan, semuanya dapat menjaga silaturahim dan kerjasama kebaikannya dengan semua pihak untuk membangun umat dan bangsa," sambung Mardani.

Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin alias Din Syamsuddin
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Muhammad Sirajuddin Syamsuddin alias Din Syamsuddin (Tribunnews.com/ Ilham Rian Pratama)

Seperti diketahui, Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Di posisi Sekretaris Jenderal Dr Amirsyah Tambunan ditetapkan menggantikan Buya Anwar Abbas.

Sedangkan kini Ketua Dewan Pertimbangan, dijabat oleh KH Ma’ruf Amin.

Munas juga menetapkan sejumlah nama untuk menduduki posisi wakil ketua umum yaitu Buya Anwar Abbas, KH Marsyudi Suhud, dan  Buya Basri Bermanda. 

Penetapan tersebut dihasilkan secara mufakat tim formatur Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pada kepengurusan MUI kali ini, tidak ada nama-nama yang selama ini kritis terhadap pemerintah seperti Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain.

Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain Tak Masuk Kepengurusan MUI, Ini Respons Mereka

Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain tidak masuk dalam kepengurusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2020-2025.

Sebelumnya, Din Syamsuddin adalah Ketua Dewan Pertimbangan sedangkan Tengku Zulkarnain merupakan Wakil Sekretaris Jenderal MUI.

Kedua tokoh ini dikenal sangat vokal terhadap pemerintah,

Din Syamsuddin mengungkapkan dirinya sejak awal memang tidak bersedia untuk masuk dalam kepengurusa

Dirinya bahkan mengaku tidak mengikuti Munas MUI ke-10, meski pada kepengurusan sebelumnya menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

"Dari awal saya memang tidak bersedia, dan juga tidak ikut Munas padahal sebagai Ketua Dewan Pertimbangan juga formatur," ucap Din saat dikonfirmasi, Jumat (27/11/2020).

Din mengatakan dirinya sudah lama berkecimpung di MUI. Mulai dari menjabat sebagai sekretaris umum hingga ketua umum.

Sehingga dirinya tidak bersedia bergabung lagi di MUI. Ketidaksediaan tersebut, bahkan telah diungkapkan Din dalam Rapat Pleno Dewan Pertimbangan MUI terakhir. 

"Saya sudah lama di MUI, pernah jadi Sekretaris Umum, Wakil Ketua Umum, Ketua Umum, dan Ketua Dewan Pertimbangan. Dalam Rapat Pleno terakhir Dewan Pertimbangan sudah saya nyatakan tidak bersedia," ucap Din.

Tengku Zulkarnain
Tengku Zulkarnain (Tribun Lampung)

Seperti diketahui, Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan KH Miftachul Akhyar, Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, sebagai Ketua Umum MUI periode 2020-2025 menggantikan Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin.

Di posisi Sekretaris Jenderal Dr Amirsyah Tambunan ditetapkan menggantikan Buya Anwar Abbas. Sedangkan kini Ketua Dewan Pertimbangan, dijabat oleh KH Ma’ruf Amin.

Munas juga menetapkan sejumlah nama untuk menduduki posisi wakil ketua umum yaitu Buya Anwar Abbas, KH Marsyudi Suhud, dan  Buya Basri Bermanda. Penetapan tersebut dihasilkan secara mufakat tim formatur Musyawarah Nasional (Munas) X Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pada kepengurusan MUI kali ini, tidak ada nama-nama yang selama ini kritis terhadap pemerintah seperti Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain.

BERITA TERKINI TRIBUNMANADO:

Baca juga: Promo JSM Alfamart Terbaru Dimulai Hari Ini, Beras Super 5 Kg Hanya Rp 55 Ribu

Baca juga: Vicky Lumentut Ajak Semua Kader dan Simpatisan Bergerak Memenangkan Paslon JPAR-AI

Baca juga: Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain Tak Masuk Kepengurusan MUI, Ini Respons Mereka

SUBSCRIBE YOUTUBE TRIBUNMANADO OFFICIAL:

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul PKS: Din Syamsuddin dan Tengku Zulkarnain Tetap Banyak Pengikutnya Meski Tak Masuk MUI

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved