Breaking News:

Penanganan Covid

Pilkada di Tengah Pandemi, Keselamatan Rakyat Prioritas Utama

Pengabaian protokoler kesehatan dalam setiap tahapan kampanye juga bisa menjadi indikator bahan pertimbangan penundaan Pilkada

Penulis: | Editor: Finneke Wolajan
KOLASE TRIBUNMANADO
Ilustrasi virus corona di keramaian 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Pakar Epidemiologi Sulut, Prof Grace Kandou mengatakan penambahan kasus Covid-19 yang masif terjadi saat ini di tengah tahapan Pilkada perlu menjadi perhatian serius pemangku kepentingan.

"Karena saat ini berjalannya Pilkada sudah tak sesuai dengan kesepakatan yakni bebas Covid-19, karena dalam setiap kegiatan pasangan calon banyak yang tak menerapkan protokoler kesehatan," jelasnya.

Grace mengatakan pengabaian protokoler kesehatan dalam setiap tahapan kampanye juga bisa menjadi indikator bahan pertimbangan penundaan Pilkada.

Grace Kandou
Pakar Epidemiologi Sulut Grace Kandou (istimewa)

"Apalagi hingga saat ini belum ada regulasi jelas yang memberikan hukuman terhadap pasangan calon yang melanggar protokoler kesehatan dalam tahapan kampanye sehingga banyak yang tak peduli," terang dia.

Akademisi Unsrat tersebut pun meminta bagi pemangku kepentingan baik penyelenggara KPU dan Bawaslu maupun pemerintah untuk bertindak tegas jika ingin Pilkada dilanjutkan secara aman.

"Jangan sampai pesta demokrasi ini berubah menjadi bencana dan membahayakan keselamatan masyarakat, sebab penambahan kasus Covid-19 yang terjadi secara masif jelas sangat membahayakan," ujar Grace.

Ia pun mengajak seluruh pemangku kepentingan baik penyelenggara, pemerintah, pasangan calon dan masyarakat untuk bersama menjaga keamanan dan keselamatan dari pandemi.

"Sebab meski pilkada adalah momen penting untuk melahirkan pemimpin, namun keselamatan rakyat adalah yang paling prioritas," tandanya.

Terpisah Pakar Kesehatan Prof Boetje Moningka mengatakan memang penerapan protokoler kesehatan secara ketat menjadi kunci suksesnya pelaksanaan Pilkada di masa pandemi.

Prof dr Boetje Moningka
Prof dr Boetje Moningka (istimewa)

"Di sisi lain, kemungkinan adanya klaster Pilkada, adalah risiko yang harus ditanggung karena penyelenggaran pilkada di tengah pandemi Covid-19 jelas memiliki konsekuensi," jelasnya.

Catatan Redaksi:

Bersama-kita lawan virus corona. Tribunmanado.co.id mengajak seluruh pembaca untuk selalu menerapkan protokol kesehatan dalam setiap kegiatan.

Ingat pesan ibu, 3M (Memakai masker, rajin Mencuci tangan, dan selalu Menjaga jarak).

Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved