Berita Otomotif
Jarang Diketahui, Pengendara Motor Matik Masih Lakukan 4 Kesalahan Ini!
Pemilik atau pengendara sepeda motor bertransmisi otomatis atau skuter matik ( Skutik) masih banyak yang jarang tahu cara menggunakannya.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Pemilik atau pengendara sepeda motor bertransmisi otomatis atau skuter
matik ( Skutik) masih banyak yang jarang tahu cara menggunakannya.
Mungkin saja masih terbawa kebiasaan pada motor transmisi manual.
BERITA TERPOPULER :
Baca juga: Siap-siap Mati Lampu Hari ini Kamis 26 November 2020, ini Wilayah yang Terdampak Pemadaman Listrik
Baca juga: Korban Tewas di Lokasi Tambang Emas Kebun Raya Megawati Soekarnoputri Kembali Bertambah, Ini Datanya
Baca juga: Kecelakaan Maut, Sarah Tewas di Tempat, Tertabrak Motor dengan Kecepatan Tinggi saat Mau Menyebrang
TONTON JUGA :
Dikutip dari Kompas.com, ternyata masih banyak pengendara Skutik yang melakukan
kesalahan saat berkendara.
Ini kesalahan yang sering dilakukan pengendara motor matik
1. Berakselerasi dengan cepat
Mengendarai Skutik memang tidak sama dengan motor semi manual atau yang
menggunakan kopling, terutama ketika berakselerasi.
Hanya saja, masih banyak yang memperlakukan motor matik layaknya motor
manual yakni dengan menarik gas secara spontan saat berakselerasi.
Safety Riding Supervisor Astra Motor Jateng Oke Desiyanto mengatakan,
kebiasaan ini berakibat terhadap komponen mesin, transmisi dan juga
ban akan menjadi cepat aus.
“Ini karena selalu mendapat stres (tekanan berlebihan) berulang-ulang.
Sebaiknya, dibiasakan membuka gas selalu dengan cara mengurut (bertahap), sehingga
kecepatan sesuai dengan kebutuhan,” katanya kepada Kompas.com, belum lama ini.
Dengan berakselerasi secara perlahan, Oke menambahkan, membantu mesin
mendapatkan pembakaran yang optimal.
Sehingga lebih irit bahan bakar dan komponen lebih awet karena tidak
mengalami stres secara berulang.
2. Mengandalkan rem belakang
Kesalahan yang juga sering dilakukan oleh pengendara skutik adalah hanya
mengandalkan rem belakang saja.
Alasannya, tidak sedikit pengendara terutama perempuan yang khawatir ketika
menggunakan rem depan motor akan tergelincir dan terjatuh.
Padahal, menurut Oke, penggunaan rem saat berkendara sebaiknya disesuaikan
dengan kebutuhan dan juga jalan yang dilewati.
“Penggunaan rem belakang dilakukan saat menurunkan kecepatan saja dan
motor tetap bergerak atau menyesuaikan kebutuhan kecepatan dengan sekitarnya,” tutur Oke.
Jika selalu mengandalkan rem belakang saja maka jarak pengereman yang
dihasilkan lebih panjang dibanding dengan menggunakan kedua rem secara bersamaan.
“Ini menjadi potensi bahaya jika ruang yang tersedia untuk mengerem hingga berhenti terbatas.
Gunakan prosedur pengereman yang benar, sehingga lebih aman dan potensi bahaya rendah,” ujarnya.
3. Memutar gas sambil melakukan pengereman
Tidak sedikit pengendara motor matik yang masih mempunyai kebiasaan memutar
gas sambil melakukan pengereman.
Tujuannya adalah agar bisa mendapatkan keseimbangan saat berkendara, terutama
ketika berkendara dalam kecepatan rendah.
Menurut Oke, kebiasaan tersebut bisa berakibat pada komponen pengereman
seperti kampas rem serta kopling juga akan lebih cepat aus.
“Untuk mendapatkan keseimbangan saat berkendara perlu latihan.
Yakni cara mengolah keterampilan berkendara tanpa kaki turun di kecepatan
ekstra rendah atau sangat pelan,” ujarnya.
4. Melakukan pengereman mendadak
Melakukan pengereman sebaiknya juga disesuaikan dengan kondisi lalu lintas sekitar.
Hanya saja, masih banyak pengendara motor matik yang tidak menggunakan prediksi saat berkendara.
Mereka cenderung hanya mengandalkan respons terhadap apa yang ada di depannya,
sehingga pengendara terbiasa mengandalkan rem secara mendadak untuk bereaksi.
“Akibatnya potensi roda kehilangan cengkraman dengan aspal sangat tinggi dan
mengalami ngepot (slide) dan bisa berujung jatuh bahkan terlibat kecelakaan,” kata Oke.
Baca juga: Blokir STNK Segera Berlaku, Pelajari Regulasinya
Hal ini dikarenakan kompon ban akan cepat terkikis oleh permukaan jalan sehingga ban
akan lebih cepat habis alurnya.
“Saat berkendara gunakan pandangan mata minimal sejauh 20 meter ke depan untuk
mengumpulkan informasi selengkap dan seluas mungkin, sehingga mampu mengolah
merumuskan prediksi bahaya yang bisa terjadi di depan,” ujarnya.
(Kompas.com/Ari Purnomo)
BERITA PILIHAN EDITOR :
Baca juga: Wanita Ini Kehilangan Uang Ratusan Juta di Tabungan, Sempat Terima Telepon Mengaku dari Bank
Baca juga: Anang Hermansyah Menduga Gadis Ini Penyebab Atta Gagal Menikahi Aurel, Nggak Bener, Rusak Rek
Baca juga: Pasukan Burung Hantu Tangkap Teroris di Klaten, Tetangga Kaget S Rajin Ceramah, Ungkap Kesehariannya
TONTON JUGA :
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "4 Kesalahan yang Masih Sering Dilakukan Pengendara Motor Matik"
Penulis : Ari Purnomo
Editor : Agung Kurniawan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/jarang-diketahui-pengendara-motor-matik-masih-lakukan-4-kesalahan-ini.jpg)