Sulut Maju
Tim Olly Dondokambey-Steven Kandouw Ajak Lawan Adu Program, Bukan Andalkan Tudingan
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Jangan saling tuding, dan jangan saling curiga.
Demikian disampaikan Sekretaris Tim Kampanye Olly Dondokambey-Steven Kandou, Arthur Kotambunan, Senin (23/11/2020)
"Orang ada pertemuan kemudian dibilang arahkan pilih paslon tertentu, jangan saling mencurigai lah," kata dia.
BERITA PILIHAN EDITOR :
Baca juga: Depresi Divonis Positif Covid-19, Wanita Ini Nekat Bunuh Diri, Saat Dievakuasi Mulut Keluarkan Busa
Baca juga: Setelah Tembakkan Roket ke Fasilitas Minyak Saudi Aramco, Milisi Houthi Peringatkan Perusahaan Lain
Baca juga: Tradisi Aneh Suku Zulu di Afrika Selatan, Wanita yang Ingin Nikah Harus Tes Keperawanan dengan Buluh
TONTON JUGA :
Pemerintah ada program dilaksanakan di Minahasa Selatan, verifikasi program dari dinas sosial setempat.
Kemudian ada ditudingan paslon lawan mempengaruhi.
"Tanya saja ke (Penerima manfaat) PKH, mereka mau pilih siapa? siapa mau arahkan
mereka?," ujar Mantan Wakil Ketua DPRD Sulut ini
Pun jika hendak diarahkan, apa bisa menjamin mereka akan mrmilih di TPS
"Tidak ada jaminan untuk dia memilih siapa," kata Anggota DPRD Sulut ini
Ketimbang tuding-tudingan, sebenarnya kata Arthur sederhana saja, jika baik ke masyarakat,
tentu masyarakat akan pilih.
Kemudian, andalkan saja program apa yang mau diberi ke masyarakat
"Panggil mereka (masyarakat), sampaikan, kami ada program ini, begitu dong.
Yang pasti mau bertarung jangan beropini sesat, buat saja program supaya orang pilih," kata dia.
(Tribunmanado.co.id/Ryo Noor)
BERITA TERPOPULER :
Baca juga: 3 Pria Tampan Ini Ternyata Transgender, Nomor 2 Pria Hamil, Mengandung Ketika Jadi Laki-laki
Baca juga: Kecelakaan Lalu Lintas, Honda BRV yang Dikendarai Suami Ringsek Dihantam Truk, Istri dan Anak Trauma
Baca juga: Ibu Muda Tewas Kecelakaan, Anaknya Umur 5 Tahun Panggil Mamanya Sambil Tanyakan Tangannya yang Putus
TONTON JUGA :
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/olly-dondokambey-steven-kandouw-sulit-terkejar-selisih-elektabilitas-terpaut-40-persen-lebih.jpg)