Kantornya Dibanjiri Karangan Bunga dari Masyarakat, Begini Respon Pangdam Jaya Mayjen Dudung
Karangan bunga itu berisi dukungan terhadap TNI-Polri dalam upaya penegakan protokol kesehatan.
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman baru-baru ini memberikan pernyataan tegas kepada Front Pembela Islam (FPI).
Seperti diketahui, dirinya pun memberikan perintah untuk mencopot baliho Habib Rizieq Shihab.
Semula, petugas Satpol PP melakukan penurunan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) tersebut.
Hal tersebut dilakukan lantaran pemasangan baliho tanpa izin.
Namun, pihak FPI justru kembali memasang baliho-baliho itu.
Oleh karena itu, TNI turun tangan.
"Ini negara hukum, harus taat kepada hukum, kalau pasang baliho itu udah jelas ada aturannya, ada bayar pajaknya, tempatnya sudah ditentukan."
"Jangan seenaknya sendiri, seakan-akan dia paling benar, enggak ada itu," kata Dudung.
Dudung pun memastikan, operasi untuk menurunkan baliho Rizieq masih akan terus berlanjut.
"Dan ini akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," katanya.
Baca juga: Sejumlah Artis Datangi Makodam Jaya, Dukung dan Apresiasi Langkah TNI Jaga Stabilitas Keamanan
Sikap tegas Pangdam Jaya itu menimbulkan reaksi pro dan kontra di tengah masyarakat.
Ratusan karangan berjejer rapi di Makodam Jaya, Kramatjati, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).
Karangan bunga itu berisi dukungan terhadap TNI-Polri dalam upaya penegakan protokol kesehatan.
Karena jumlahnya yang cukup banyak, beberapa karangan bunga ada yang diletakkan di akses jalan menuju Makodam Jaya.
“Lawan dan Tindak Para Penyebar Covid-19 dan Covidiot!!,” begitu isi tulisan salah satu karangan bunga dari Komunitas Seniman Kota Tua.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/karangan-bunga-di-depan-makodam-jaya.jpg)