Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Seorang Pria Diseret Kawanan Hyena Saat Sedang Tidur di Rumahnya Lalu Dimangsa Hidup-hidup

Polisi lokal menyatakan, Maseka terakhir kali meninggalkan bar dan pulang ke rumah, dengan dindingnya dipenuhi oleh noda darah

Editor: Finneke Wolajan
Shutterstock
Ilustrasi Hyena 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Seorang pria tewas setelah kawanan hyena menyeretnya dari tempat tidur lalu memangsanya.

Pria di Zimbabwe ini diidentifikasi bernama Tendai Maseka itu hanya ditemukan tinggal kepala, lengan, dan kaki di dekat rumahnya keesokan harinya.

Saat diserang di kamarnya dalam kejadian di desa Banure Senin pukul 23.00 waktu setempat (16/11/2020), lelaki berusia 46 itu sempat berteriak meminta tolong.

Ilustrasi Hyena
Ilustrasi Hyena (Shutterstock)

Polisi lokal menyatakan, Maseka terakhir kali meninggalkan bar dan pulang ke rumah, dengan dindingnya dipenuhi oleh noda darah.

Polisi yang melakukan penyusuran jejak di hutan berkesimpulan, Maseka sempat bergumul melawan kawanan hyena sebelum dia dimangsa hidup-hidup.

Beberapa potongan tubuhnya seperti kepala ditemukan oleh warga yang kebetulan melintas pada Selasa (17/11/2020), dan dimakamkan keesokan harinya.

Ranger dari Otoritas Taman Nasional Zimbabwe (Zimparks) menyatakan, mereka kini memburu enam ekor hyena yang sudah membunuh Maseka.

Diwartakan The Sun Jumat (20/11/2020), predator itu diyakini juga sudah memangsa ternak seperti kambing maupun unta milik penduduk sekitar.

Manajer Komunikasi Zimparks Tinashe Farawo mengimbau warga untuk tetap waspada, karena kawanan itu sudah berani memangsa manusia.

"Tuan Maseka diseret dari tempat tidurnya, dibunuh, dan kemudian dimangsa oleh enam ekor Hyena pada Senin malam," papar Farawo.

Dia menjelaskan, mereka mengambil kesmpulan itu berdasarkan jejak dan aroma yang ditinggalkan oleh kawanan Hyena saat memangsa Maseka.

Merupakan hewan asli Afrika, hyena dikenal sebagai binatang yang memburu bangkai mangsa hewan lain daripada mereka melakukan perburuan sendiri.

Hewan karnivor itu diketahui mengeluarkan suara yang berbeda sebagai bentuk komunikasi kepada kawanannya, dan bisa didengar hingga lima km jauhnya.

Mereka disebut jarang menyerang manusia, dan lebih suka memakan bangkai binatang.

Meski begitu, serangan yang mereka lakukan beberapa kali terjadi.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved