Kamis, 9 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Penemuan Ahli

Para Ilmuwan China dan Amerika Temukan Lempeng Kuno Samudra Pasifik Terkubur di Bawah China

Fragmen berupa lempeng kuno Bumi tersebut membentang sejauh 400 mil di bawah China.

Editor: Aldi Ponge
SHUTTERSTOCK/Johan Swanepoel)
Ilustrasi daratan benua Asia. Ilmuwan menemukan lempeng kuno Bumi yang merupakan bagian dari lempeng Samudra Pasifik, terkubur di bawah China, membentang sejauh 400 mil. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Misteri penemuan lempeng kuno Samudra Pasifik yang terkubur di bawah China.

Lempeng kuno ini ditemukan oleh Ilmuwan China dan Amerika Serikat.

Fragmen tertua dari Samudra Pasifik diketahui merupakan sisa-sisa kuno dasar laut di masa lampau.

Fragmen berupa lempeng kuno Bumi tersebut membentang sejauh 400 mil di bawah China.

Baca juga: Tetangga Pria Kabur saat Istri Pelaut Teriak Dilecehkan Tengah Malam: Lebih Baik Kamu Bunuh Saya

Dilansir dari Live Science, Kamis (19/11/2020), lempeng berbatu yang dulu melapisi dasar Samudra Pasifik ini adalah peninggalan litosfer samudra, yakni lapisan terluar permukaan Bumi.

Lapisan terluar tersebut terdiri dari kerak bumi dan bagian terluar padat dari mantel atas.

Namun, lapisan litosfer tidak selalu berada di atas.

Sementara lapisan permukaan atas terdiri dari beberapa lempeng tektonik yang terfragmentasi, yang perlahan-lahan bergerak dan bergeser di permukaan.

Bahkan, terkadang lempeng ini saling bertabrakan.

Selama peristiwa tumbukan itu dapat terjadi suatu proses geologi yang disebut dengan subduksi.

Baca juga: Singgung Pemerintah Pusat, Fadli Zon: Kini Bersaing dengan Teritorial Petamburan

Dalam proses itu, satu lempeng akan mendapat tekanan di bawah lempeng lainnya di zona subduksi dan pada akhirnya terdorong lebih dalam ke planet ini.

Dalam sebuah studi baru ini, para ilmuwan dari China dan Amerika Serikat kini telah menyaksikan bagaimana fenomena epik ini terjadi pada kedalaman yang lebih dalam dari yang pernah diamati sebelumnya.

Sebelumnya, para ilmuwan telah merekam lempeng subduksi dengan menyelidiki batas pada kedalaman sekitar 200 km.

Berkat jaringan raksasa dari lebih 300 stasiun seismik yang tersebar di timur laut China, para peneliti dapat melihat peristiwa geologi tersebut di titik yang jauh lebih rendah.

Pencitraan bagian lempeng tektonik yang dulu berada di bawah Samudra Pasifik telah didorong ke tengah zona transisi mantel Bumi pada kedalaman antara 410-660 km di bawah permukaan bumi.

Untuk menginterpretasikan tenggelamnya lempeng tersebut, tim ilmuwan ini mengidentifikasi dua diskontinuitas dari kecepatan seismik yang wilayahnya berada jauh di bawah tanah di mana gelombang seismik bertemu dengan anomali.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved