Rabu, 3 Juni 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Ilmu Pengetahuan

Telur Atau Ayam yang Lebih Dulu Ada? Akhirnya Jawabannya Terungkap!

Namun, sains menggunakan prinsip-prinsip biologi evolusioner nampaknya menjadi jalan keluar yang membawa penerangan atas pertanyan itu.

Tayang:
Editor: Indry Panigoro
(Pixabay/CCO)
Telur 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ayam atau telur, mana yang duluan?

Boleh dibilang pertanyaan ini adalah tebak-tebakan terjadul di dunia. Sampai sekarang, masih banyak orang berdebat ketika membahasnya.

Orang akan terpecah dalam dua kubu, tim ayam duluan dan tim telur duluan.

Pertanyaan itu mungkin terdengar simpel, tapi banyak yang bingung menjawabnya.

Ahli akhirnya memberikan jawaban secara ilmiah soal pertanyaan mana yang lebih dulu: ayam atau telur?

Beberapa orang mungkin akan asal menjawab pertanyaan ini saat mendengarnya.

Tetapi, secara ilmiah semuanya dapat dijelaskan dengan rinci.

Sebelum menebak jawaban yang benar, kira-kira menurutmu apa jawabannya?

Pertanyaan ini sering diidentikkan dengan pertanyaan filosofis yang seolah tak akan bisa terjawab dan hanya menambah pusing saja.

Namun, sains menggunakan prinsip-prinsip biologi evolusioner nampaknya menjadi jalan keluar yang membawa penerangan atas pertanyan itu.

Menurut hasil riset lembaga itu, ayam yang pertama muncul, dan telur ayam menyusul kemudian.

Kok bisa? Mari kita bahas!

Baca juga: Pria Ini Babak Belur, Curi Handphone Seorang Wanita, Korban Ternyata Bukan Orang Sembarangan

TELUR PERTAMA

Telur ditemukan di seluruh kingdom animalia.

Secara teknis, telur hanyalah wadah tempat embrio dapat tumbuh dan berkembang hingga bertahan hidup dengan sendirinya.

Tapi mari kita fokus pada jenis telur burung seperti yang kita kenal sekarang.

Telur pertama kali muncul sekitar jutaan tahun yang lalu.

Sebelumnya, hewan mengandalkan air guna reproduksi.

Mereka bertelur di kolam dan lingkungan lembab lainnya sehingga telur tidak mengering.

Pada titik tertentu, telur jenis baru mulai berkembang.

tribunnews
()science.org.au - Telur

Ia adalah telur yang memiliki tiga selaput ekstra di dalamnya: chorion, amnion dan allantois.

Setiap selaput memiliki fungsi yang sedikit berbeda, namun mereka semua menjadi satu paket tempat tertutup di mana embrio dapat mengambil nutrisi yang tersimpan dan hidup di dalam telur ini.

Cairan ekstra yang terbungkus dalam amnion, dilengkapi dengan kulit luar yang keras, memberikan perlindungan ekstra juga bagi embrio di dalamnya.

Tidak membuatuhkan air, telur yang dihasilkan di darat ini berasal dari evolusi panjang binatang tetrapoda (berkaki 4 termasuk burung dan unggas) sejak kira-kira 340 juta tahun yang lalu.

AYAM PERTAMA

Ayam pertama yang ada adalah hasil mutasi genetik yang terjadi di zigot hasil produksi oleh dua proto-ayam.

Ini berarti dua proto-ayam kawin, menggabungkan DNA mereka bersama-sama untuk membentuk sel pertama dari ayam pertama.

Mutasi genetik terjadi di sel pertama itu, dan mutasi itu menjadi ayam asli pertama yang disebut Gallus gallus.

Ia berasal dari berbagai negara Asia Tenggara termasuk India, Cina selatan, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.

Gallus gallus sepertinya dijinakkan oleh penduduk Asia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia sebagai lapisan telur yang kurang agresif.

Inilah ayam yang kita kenal hari ini dan disebut sebagai Gallus gallus domesticus.

Bukti arkeologi menunjukkan kemunculan Gallus gallus dijinakkan pertama kali sekitar 10.000 tahun yang lalu.

Meski analisis DNA menunjukkan perkiraan yang jauh lebih awal, yakni 58.000 tahun yang lalu.

Mengingat telur secara umum terbukti ada sejak sekitar 340 juta tahun lalu dan ayam pertama berevolusi sekitar 58 ribu tahun yang lalu, kita berani taruhan bahwa telur datang lebih dulu! Iya kan?

TELUR AYAM PERTAMA

Tapi, bukankah ada beberapa ilmuwan yang mengklaim bahwa, faktanya, ayam datang lebih dulu?

Klaim ini datang dari beberapa peneliti yang mempelajari bentuk cangkang ayam.

Kulit telur ayam sebagian besar terbentuk dari kalsium karbonat (CaCO3).

Sumber kalsium itu didapatkan ayam dari sumber makanannya.

Untuk membentuk cangkang, kalsium itu perlu disimpan dalam kristal CaCO3, dan proses ini sangat bergantung pada keberadaan sebuah protein yang disebut ovocleidin-17 yang hanya dapat ditemukan di ovarium ayam.

Protein ini berfungsi mempercepat pembentukan cangkang telur pada ayam.

Dari sinilah kemudian disimpulkan bahwa telur ayam ada setelah keberadaan ayam itu sendiri.

Tanpa adanya protein ovocleidin-17, telur ayam tidak mungkin ada.

Jadi keberadaan telur (secara umum) dan telur memang lebih dahulu telur.

Namun antara telur ayam dan ayam, ayam lebih dahulu datang.

Artikel ini telah di-review oleh sejumlah ahli, seperti Profesor Evolusi Biologi, Rick Shame dari University of Sydney; ahli Palenteologi Vertebrata, Profesor Trevor Worthy dari Flinders University; dan Dr Walter Boles, Bagian Ornitologi Universitas Australia.

(Intisari/Muflika Nur Fuaddah)

Artikel ini telah tayang di Tribunmataram.com dengan judul MENJAWAB Teka-teki Duluan Telur atau Ayam Akhirnya Terpecahkan! Ini Jawaban Sains

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Teka-teki Duluan Telur atau Ayam Akhirnya Terpecahkan! Begini Jawaban Sains, https://aceh.tribunnews.com/2020/11/19/teka-teki-duluan-telur-atau-ayam-akhirnya-terpecahkan-begini-jawaban-sains?page=all

Kunjungi channel youtube kami:

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved