Ilmu Pengetahuan
Telur Atau Ayam yang Lebih Dulu Ada? Akhirnya Jawabannya Terungkap!
Namun, sains menggunakan prinsip-prinsip biologi evolusioner nampaknya menjadi jalan keluar yang membawa penerangan atas pertanyan itu.
Tapi mari kita fokus pada jenis telur burung seperti yang kita kenal sekarang.
Telur pertama kali muncul sekitar jutaan tahun yang lalu.
Sebelumnya, hewan mengandalkan air guna reproduksi.
Mereka bertelur di kolam dan lingkungan lembab lainnya sehingga telur tidak mengering.
Pada titik tertentu, telur jenis baru mulai berkembang.
Ia adalah telur yang memiliki tiga selaput ekstra di dalamnya: chorion, amnion dan allantois.
Setiap selaput memiliki fungsi yang sedikit berbeda, namun mereka semua menjadi satu paket tempat tertutup di mana embrio dapat mengambil nutrisi yang tersimpan dan hidup di dalam telur ini.
Cairan ekstra yang terbungkus dalam amnion, dilengkapi dengan kulit luar yang keras, memberikan perlindungan ekstra juga bagi embrio di dalamnya.
Tidak membuatuhkan air, telur yang dihasilkan di darat ini berasal dari evolusi panjang binatang tetrapoda (berkaki 4 termasuk burung dan unggas) sejak kira-kira 340 juta tahun yang lalu.
AYAM PERTAMA
Ayam pertama yang ada adalah hasil mutasi genetik yang terjadi di zigot hasil produksi oleh dua proto-ayam.
Ini berarti dua proto-ayam kawin, menggabungkan DNA mereka bersama-sama untuk membentuk sel pertama dari ayam pertama.
Mutasi genetik terjadi di sel pertama itu, dan mutasi itu menjadi ayam asli pertama yang disebut Gallus gallus.
Ia berasal dari berbagai negara Asia Tenggara termasuk India, Cina selatan, Indonesia, Malaysia, dan Singapura.
Gallus gallus sepertinya dijinakkan oleh penduduk Asia dan kemudian menyebar ke seluruh dunia sebagai lapisan telur yang kurang agresif.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/telur-25151.jpg)