Teroris Poso

2 Teroris Mujahidin Indonesia Timur di Poso Ditembak Mati Anggota TNI Polri saat Baku Tembak

dua Teroris kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) ditangkap anggota satgas Tinombala di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolana, Kabupaten Parimo

Penulis: Maickel_Karundeng | Editor: Aldi Ponge
Kodam Merdeka
Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menangkap dua orang masuk daftar pencarian orang kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolana, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menangkap dua orang masuk daftar pencarian orang kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolana, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2020). 

Penangkapan tersebut dilakukan setelah pengejaran lebih sepekan yakno 6 November hingga 17 November 2020.

Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Santos Gunawan Matondang, mengatakan, penyergapan tersebut dilakukan pukul 05.30 Wita bertempat di Desa Bulano,

2 DPO meninggal dunia setelah kontak tembak dengan anggota Satgas Tinombala.

"Benar, telah terjadi penyergapan terhadap 2 anggota kelompok Mujahidin Indonesia Timur di wilayah Desa Bulano, sebelumnya anggota satgas sudah memberikan kesempatan untuk menyerah.

Namum kedua DPO tersebut melakukan perlawanan dan mengakibatkan 2 DPO tersebut meninggal dunia usai kontak dengan anggota Satgas Tinombala di wilayah tersebut," ujar Pangdam.

Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menangkap dua orang masuk daftar pencarian orang kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolana, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2020).
Satuan Tugas (Satgas) Tinombala menangkap dua orang masuk daftar pencarian orang kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Desa Bolano Barat, Kecamatan Bolana, Kabupaten Parimo, Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa (17/11/2020). (Kodam Merdeka)

Pengejaran bermula ketika Anggota Intel Satgas Tinombala melihat kedua DPO tersebut melintas di persimpangan lampu merah Jalan Soekarno Hatta – Tombolututu Atas,

Kejar - kejaran dengan anggota Satgas Tinombala, sempat kehilangan jejak.

"Kemudian Anggota Satgas Tinombala melakukan penyisiran dan pengumpulan informasi terhadap beberapa saksi warga yang melihat kedua DPO tersebut," jelas Pangdam.

Setelah beberapa hari melakukan pengejaran, akhirnya Anggota Satgas Tinombala berhasil mengepung kedua DPO tersebut pada 17 November.

"Pada saat akan ditangkap kedua DPO melakukan perlawanan sehingga dilakukan tindakan tegas terukur yang menyebabkan kedua DPO kelompok MIT meninggal dunia di TKP," tutup Mayjen TNI Santos G Matonang.

Pangdam sampaikan bahwa Kesuksesan Satgas Tinombala dalam melakukan penangkapan terhadap Kelompok MIT Wahid dan DPO Aziz Arifin merupakan hasil dari sinergi kekuatan TNI dan Polri serta masyarakat.

"Yang secara bersama-sama membangun kerjasama dan kepercayaan dengan mengesampingkan ego sektoral masing-masing kekutan satuan

dalam rangka menyelesaikan permasalahan aksi-aksi kejahatan yang dilakukan oleh kelompok MIT," katanya.

Adapun barang bukti yang diamankan oleh Satgas Tinombala adalah sebagai berikut:

  1. 2 jenazah DPO Pok MIT a.n Wahid @ Aziz @ Bojes dan Aziz Arifin @ Aziz
  2. 1  pucuk senjata Revolver.
  3. 2 buah bom lontong
  4. 20  butir munisi 5,56
  5. 4 (empat) butir munisi Revolver
  6.  1 (satu) buah GPS
  7. 1 (satu) buah Kompas
  8. 2 (dua) buah senter kepala
  9. 6 (enam) buah korek api
  10. Kunci motor
  11. Uang tunai Rp. 360.000,-
  12. 1 (satu) renteng autan
  13.  9 (sembilan) buah baterai
  14. 3 (tiga) buah kopi
  15. 2 (dua) pasang sepatu konobol
  16.  2 (dua) buah tas selempang
  17.  2 (dua) buah tas gendong
  18. 1 (satu) buah terpal
  19. 1 (satu) buah sisir dari jarum
  20. 1 (satu) buah cermin
  21. 2 (dua) buah sikat gigi
  22. beberapa helai pakaian
Sumber: Tribun Manado
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved