Breaking News:

Viral Medsos

VIRAL Bunga Mirip Virus Corona Tumbuh di Bali, Ada Aroma Keluar, Dipercaya Bisa Sembuhkan Penyakit

Jika diperhatikan bunga ini mirip sekali dengan virus Corona yang dikelilingi serat-serat keluar. Pohon bunga ini juga dipercaya mampu menyembuhkan

Editor: Indry Panigoro
Youtube/Capture
Bunga Mirip Virus Corona Tumbuh di Bali 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Berada di kawasan jalan badak agung denpasar , bunga mirip virus korona ini tumbuh bermekaran, pohon dengan nama lain gempol atau nauclea orientalis ini jika dilihat sekilas , bunganya mirip seperti buah rambutan .

Namun jika dilihat lebih dekat , bunga ini lebih menyerupai virus Corona , bentuknya bulat sempurna , didominasi dengan warna kuning, dan terdapat serat-serat bunga yang menjulur keluar.

Warga sekitar mengatakan pohon gempol ini telah ada sejak 30 tahun lalu , pohon ini dipercaya warga dapat menyembuhkan gangguan pencernaan , dan penyakit malaria .

Ya di tengah situasi pandemi covid-19 yang belum berakhir, bunga mirip virus Corona tumbuh di Bali.

Jika diperhatikan bunga ini mirip sekali dengan virus Corona yang dikelilingi serat-serat keluar.

Baca juga: Awas Jumlah Kasus Positif Covid-19 di Minut Masih Bertambah Secara Signifikan

Pohon bunga ini juga dipercaya mampu menyembuhkan penyakit.

Tidak hanya perkembangan kasus covid-19 saja yang menjadi perbincangan semua orang , namun ada bunga yang bentuknya mirip dengan virus korona.

Seperti kemiripan bunga dengan virus korona ini, berikut liputannya untuk anda.

Batang pohonnya yang besar dan kuat juga bisa digunakan sebagai bahan bangunan , tidak hanya itu , bunga korona ini kerap mengeluarkan aroma wangi di saat saat tertentu.

Sejak viral di media sosial dan menjadi perbincangan , banyak warga datang untuk mengabadikan bunga pohon gempol ini , hingga ada pula yang memetiknya.

Bunga Mirip Virus Corona Tumbuh di Bali
Bunga Mirip Virus Corona Tumbuh di Bali (Youtube/Capture)

Covid-19 Bukan Lagi Pandemi, Ilmuwan Sebut Virus Corona Dianggap Jadi Sindemi

Virus Corona hingga kini masih belum hilang. 

Hingga kini puluhan juta orang di dunia sudah terinfeksi virus ini. 

Ilmuwan kini menyebutnya tak lagi pandemi Covid-19 tetapi sindemi. 

Halaman
1234
Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved