Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Muhammadiyah

Muhammadiyah: Tokoh Agama Jadi Teladan, Jangan Bikin Ketidakteraturan, Keonaran, Merusak

Muhammadiyah sebagai satu di antara organisasi besar muslim melalui Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta a

Editor: Aswin_Lumintang
Indra Akuntono/KOMPAS.com
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Muhammadiyah sebagai satu di antara organisasi besar muslim melalui Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah Haedar Nashir meminta agar para tokoh agama dapat menghadirkan nilai-nilai universal keagamaan.

Dirinya juga meminta agar umat beragama dapat menampilkan pemahaman yang inklusif.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir usai menemui Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/2/2017).
Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir usai menemui Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (13/2/2017). (Kompas.com/Ihsanuddin)

"Tentu kita berharap bahwa umat beragama, tokoh agama itu ya harus hadir dan menghadirkan nilai-nilai dan perilaku yang rahmatan lil alamin, yang Al Akhlak Al Karimah tadi," ujar Haedar dalam konferensi pers Milad Muhammadiyah ke-108 yang digelar secara daring, Senin (16/11/2020).

Haedar meminta jika tidak bisa berbuat hal itu, setidaknya para tokoh agama dapat berlaku pasif dan tidak berbuat sebaliknya.

Menurutnya, nilai-nilai keagamaan tersebut yang saat didambakan oleh masyarakat.

Sehingga, Haedar menekankan agar warga Muhammadiyah dapat memberikan teladan nilai-nilai yang berakhlak mulia.

"Dalam konteks inilah maka kita berharap termasuk tentu Muhammadiyah harus memberi teladan. Bagaimana menghadirkan Islam yang membawa nilai-nilai luhur, akhlak mulia dan menebar nilai-nilai rahmat bagi lingkungan di sekitar kita," ucap Haedar.

Menurutnya, pasa masa saat ini sangat penting untuk menghadirkan gerakan keagamaan yang memiliki nilai kedamaian dan pencerahan.

"Maka kita hadirkan semangat untuk gerakan keagamaan yang membawa pada perdamaian, keselamatan, dan pencerahan, ketertiban dan kemajuan hidup umat manusia," tutur Haedar.

Sekaligus mengeliminasi, serta meninggalkan ketidaktertiban, ketidakteraturan, keonaran, kerusakan dan hal-hal yang negatif lain di dalam kehidupan.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Theresia Felisiani

Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved