Jumat, 8 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Sejarah

Sun Yat Sen, Sosok Bapak Bangsa Bagi China Maupun Taiwan, Berhasil Gulingkan Dinasti Qing

Sebelum Taiwan dan China berpisah menjadi dua negara dengan ideologi yang berbeda, di masa Sun Yat Sen dua negara ini adalah satu.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
NET/Kolase
Sun Yat Sen, Presiden pertama Republik Tiongkok, Bapak Bangsa bagi Republik Rakyat Tiongkok (RRT: China) dan Republik Tiongkok (Taiwan). 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sun Yat Sen adalah Bapak Tiongkok Modern. Ia adalah Father of the Nation atau Bapak Bangsa baik bagi Republik Tiongkok (Taiwan) maupun Republik Rakyat Tiongkok (RRT: China). 

Sebelum Taiwan dan China berpisah menjadi dua negara dengan ideologi yang berbeda, di masa Sun Yat Sen dua negara ini adalah satu yakni Republik Tiongkok.

Kisah Republik Tiongkok berawal pada 10 Oktober 1911. Di mana terjadi pemberontakan di Wuchang, Tiongkok.

Pemberontakan ini menjadi awal dari revolusi besar untuk menggulingkan Dinasti Qing (berkuasa sejak 1644).

Berkaitan dengan  revolusi itu, kaum revolusioner membentuk Republik Tiongkok pada 1 Januari 1912. Sun Yat-Sen ditunjuk sebagai presiden sementara republik baru ini.

Mengenai sepak terjangnya, berikut ini tulisan Dali Santun Naga, Guru Besar Universitas Tarumanegara, Sun Yat-Sen, Sanminzhuyi, dan Sopir Taksi, yang pernah tayang di Majalah Intisari edisi November 2009.

Sun Yat-sen dilahirkan pada 12 November 1866 di distrik Xiangshan, Provinsi Guangdong. Lahir di tengah keluarga bermarga Sun, ia diberi nama Wen sehingga menjadi Sun Wen.

Sun Yat Sen.
Sun Yat Sen. (NET)

Selanjutnya ia menggunakan alias Yixian yang dalam dialek Guangdong dilafalkan sebagai Yat-sen. Dari situ muncullah nama Sun Yat-sen.

Banyak tahun kemudian, ketika berada di Jepang, ia menggunakan alias Zhongshan yang dalam bahasa Jepang dilafalkan sebagai Nakayama (artinya gunung).

Disekap perwakilan Tiongkok

Saat masih kecil, Sun Yat-sen telah mendengar cerita dari veteran Taiping Tianguo tentang keadaan Negeri Tiongkok di bawah Dinasti Qing.

la mengetahui betapa bobroknya Pemerintah Qing pada saat itu. Sementara pada waktu itu kakaknya yang berada di Honolulu, Hawaii, sukses jadi pedagang.

Pada usia 13 tahun, ia pergi ke Honolulu dan tinggal di rumah kakaknya. Di sini ia bersekolah sehingga menguasai bahasa Inggris dengan baik.

Menginjak usia 17, Sun Yat-sen kembali ke Tiongkok dan melihat keadaan negara semakin bobrok.

la kemudian belajar kedokteran di Guangzhou, lalu lulus dan memperoleh lisensi dokter dari rumah sakit Hong Kong College of Medicine, Hongkong.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved